Shiroi Gakuin


 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Huh? [OPEN]

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Watanabe Shun



-Number of posts : 36
-Side : Yume
-Kelas : satu
-Registration date : 2010-12-14
-Deskripsi Fisik : steel blue iris and hair; rather tall and slender; rambutnya dipita merah; wangi sabun bayi

Character sheet
Chip:
Status:
Pet/Master's name:

PostSubject: Huh? [OPEN]   Wed Feb 23, 2011 5:40 am

"Whenever I want to come out on TV
Whenever I want to get prettier
Everyone tells me that I can’t What you do
Don’t make me laugh I do what I want
Other than my thoughts
They keep expecting the same thing"

HUH - 4MINUTE

Hah.

Pertandingan antar peserta cosplay yang diikuti oleh Shun beberapa hari yang lalu tidak membuahkan hasil yang baik. Kostumnya memang sama seperti yang digunakan olehnya bulan lalu. Aoyagi Ritsuka-dengan-ekor-dan-telinga yang tidak bisa bergerak seperti anggota tubuh kucing pada umumnya. Oh well, dia rela mengucurkan uang sebanyak apapun untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan olehnya, kau tahu. Karena hanya kawan-kawannya dalam komunitas itulah yang bisa menerimanya sebagai anak lelaki yang cantik. Keluarganya juga, sih--hanya saja, kebanyakan orang menatapnya dengan pandangan tidak mengenakkan kalau dirinya sedang berjalan di tengah kerumunan pejalan kaki dengan rambut yang dikuncir kuda layaknya wanita pada umumnya.

Salahkan orangtuanya kalau kau bilang parasnya cantik.

Kenapa harus dirinya yang mendapatkan lentiknya bulu mata sang bunda, kulit mulus dan putih, bibir koral yang selalu lembut (irit lipgloss, kata Sora) dan malah Akira yang bersuara tenor-nyaris-bass dengan perawakan maskulin. Bahkan selera pakaian mereka berdua jauh berbeda. Shun yang harus meminta saran dari kakak perempuan sulungnya tersebut jika ingin bepergian bersama keluarga dan Akira yang kerap meminta tolong sang adik bungsu untuk memilihkan pakaian yang pantas saat kawan-kawan teaternya mengajaknya jalan-jalan santai sejenak.

Karena sebenarnya, tidak ada satu pun lelaki yang senang dibilang banci, kan?

Kecuali keadaan memaksanya.

Eh.

Tidak begitu juga--sih.

Pengalaman pertama yang tidak mengenakkan dan sudah dilaporkannya kepada sang kakak. Faktanya, tidak ada respon yang memuaskan dari Akira. Hanya berupa jawaban kalau Shun mungkin memang saatnya berubah menjadi seorang anak lelaki normal. Normal, dalam konotasi kakak sulungnya. Berpikir balik, padahal kalau dia berhenti menggunakan gaun berenda dan benda-benda semacamnya, bagaimana reaksi sang ibu? Toh ibunya tidak pernah protes macam-macam. Segalanya berjalan baik-baik saja. Dia cukup menjadi dirinya sendiri dan tidak usah berubah menjadi seorang Watanabe Shun yang jago aikido atau judo.

Maka, pertengahan musim gugur tahun ini--dalam areal sekolahnya yang paling menyenangkan dan menenangkan baginya--Shun ingin bersantai sejenak. Melupakan masalah-masalah yang seringkali muncul mendadak tanpa diinginkan olehnya. Mungkin lebih baik lagi kalau ada siswa yang bisa mengajaknya berbicara tanpa harus mengejek parasnya, toh? Karena si Shoui-Shoui itu samasekali tidak menyenangkan. Badan tinggi saja sombong.

Aih--
OPEN SEGEDE GAMBRENGS
timeline? baca deskrip Shun ya 8D ~ *ditabokin*
title (c) 4MINUTE - HUH
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Wed Feb 23, 2011 6:37 am

Mau musim apapun, di jam berapapun, (termasuk malam hari seperti saat ia pernah tsukimi), tempat ini memang bagus. Biarpun waktunya sudah mulai jarang bisa dihabiskan di sini karena aktivitas sekolah. Untungnya sekarang sempat.

Jadi, suasana apa yang akan ditawarkan tempat ini untuk sekian kalinya pada hari ini?

Memasuki area way of heaven, sudah dapat dilihatnya ada satu sosok selain dirinya. Tidak heran sih, tempat ini memang lumayan sering dikunjungi orang. Tapi ada yang membuat Akio tertarik untuk melihat lebih jelas sosok itu. Karena saat ini ia cuma bisa melihat punggung orang itu dari belakang, dimana rambut panjang sosok itu terekspos, Akio mau sekedar melewati sosok itu, siapa tahu tampangnya bisa terlihat. Kenapa begitu penasaran? Karena Akio ragu apakah sosok itu adalah laki-laki atau perempuan. Seharusnya laki-laki. Kan ini sekolah khusus putra. Tapi... tapi kalau begitu, kenapa dari belakang tidak seperti... oke, pokoknya cek saja.

Berjalan melewati sosok itu, lalu matanya mencoba melirik mencuri pandang wajah orang itu. Pura-pura sedang tidak ngapa-ngapain. Pokoknya, penasaran. Setelah didekati, rupanya orang ini lebih tinggi darinya. Tapi wajahnya masih belum bisa terlihat jelas...
Back to top Go down
View user profile
Park Joong Bum
Ketua Judo Club


-Number of posts : 2449
-Age : 23
-Side : Mirai Side
-Kelas : II-1
-Registration date : 2009-03-12
-Deskripsi Fisik : Rambut panjang sebahu warna coklat gelap, bola mata coklat gelap, tubuh ramping, cerewet, hati-hati dengannya atau dibanting>D

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Wed Feb 23, 2011 10:49 am

Rasanya sudah berabad-abad Joong Bum tidak singgah ke tempat ini.

Bagaimana ya, habisnya way of heaven berhasil meninggalkan kenangan buruk bagi Joong Bum. Hari ini pun, ia sendiri seperti tidak ada tujuan berkeliling iseng di antara pepohonan yang sedang mati suri. Tidak ada yang bisa dinikmati dari pohon sakura di kala musim gugur kecuali deretan batang kering yang akan segera diselimuti salju. Yah, anggaplah Joong Bum sedang ingin bernostalgia dengan sekolah besarnya ini--yang memang nyaris setiap sudutnya pernah dijelajahi oleh si Korea bermata besar ini.

Langkah-langkah si ketua judo awalnya ringan. Namun mendadak Joong Bum berhenti berjalan ketika melihat dua murid lain yang ada di sana. Yang satu berseragam sama sepertinya. Lis hitam yang berarti sama-sama dari asrama pecinta olahraga. Yang satunya lagi, sepertinya dari asrama merah? Namun yang membuat Joong Bum tertarik justru si pemuda bersurai biru panjang. Wajah yang memang tidak Joong Bum kenal, namun ia pernah melihatnya satu kali. Kalau tidak salah ketika Joong Bum dan Raven tidak sengaja melihat pameran cosplay.

Untuk memastikan hal tersebut, si rambut berkepang berlari kecil menghampiri kedua rekan satu sekolahnya itu. Membiarkan rambut coklatnya menari terbawa langkahnya, juga ujung dasi dan syalnya yang dilambaikan angin. Joong Bum, dengan senyuman ramahnya yang seakan sudah tak bisa lepas dari wajah, langsung menghentikan langkah ketika setibanya di hadapan si surai biru, "Hei!" sapanya dengan nada ramah bercampur antusias, "maaf kalau aku salah, tapi--kamu yang cosplay Loveless di--di--" Joong Bum berusaha mengingat. Dan gagal, "pokoknya aku pernah melihatmu cosplay~!"

O-oke, dia terlalu bersemangat sampai dengan lancangnya memegang kedua lengan si pemuda berjaket hitam.

"Eh--halo." dan sungguh, Joong Bum jadi tidak enak sendiri ketika menyadari ia nyaris melupakan orang lain bersurai eboni yang terlebih dahulu ada di dekat si rambut biru, "sori. Apa aku mengganggu kalian?"

_________________
| |

Everybody needs beauty as well as bread, places to play in and pray in, where nature may heal and give strength to body and soul.
~John Muir
Back to top Go down
View user profile
Watanabe Shun



-Number of posts : 36
-Side : Yume
-Kelas : satu
-Registration date : 2010-12-14
-Deskripsi Fisik : steel blue iris and hair; rather tall and slender; rambutnya dipita merah; wangi sabun bayi

Character sheet
Chip:
Status:
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Thu Feb 24, 2011 6:14 am

Jam empat-setengah lima sore itu baiknya diisi dengan kegiatan minum teh bersama sembari berincang mengenai pakaian macam apa yang sebaiknya didesain. Kalau bisa, maunya memang begitu. Dua bulan lagi akan ada kompetisi yang lain dan Shun belum menyiapkan apa-apa--dia ingin bersantai sejenak sebelum akhirnya mencari bahan mentah untuk menjahit pakaiannya seperti orang kesetanan. Belum lagi renda dan pita yang harus dipilih. Sejauh ini, kostum yang dikenakan olehnya mendapatkan juara. Entah sebagai pemenang pertama atau favorit. Memang tidak memuaskan kalau keluar sebagai seorang juara yang disukai oleh penonton--menang berdasarkan voting. Lebih puas kalau juri yang menentukan hasil akhirnya tapi yah--

--apa yang bisa dilakukan olehnya kalau memang akhirnya demikian?

Mungkin ada baiknya dia melupakan pendapat orang lain untuk beberapa saat dan melakukan apa yang diinginkan olehnya. Memang hidupnya sedikit banyak bergantung pada komentar orang lain--mengingat bagaimana kondisi keluarganya, profesi macam apa yang diambil oleh kedua orangtuanya, dan bagaimana lingkungan sekitar dua orang kakaknya. Hei, secara tidak langsung toh dia juga terlibat dalam lingkaran empat orang tersebut, kan? Hanya saja--rasanya sudah saatnya Shun mengganti imejnya sendiri. Gaun dengan rok mini berenda sudah tidak lagi diminati dan itu berarti sekarang dia harus mencari sesuatu yang berbeda, yang mampu menarik perhatian orang lain--sama halnya seperti saat pertama kali dirinya memakai gaun pengantin saat festival sekolah setahun lalu.

Karena kalau hanya pakaian, bukan masalah besar baginya.

Helaan napas panjang dikeluarkan olehnya dan sapaan selamat sore diucapkan saat dirinya menyadari seseorang memperhatikan wajahnya. Refleks menoleh dan tersenyum simpul, bahasa tubuh yang biasa digunakan olehnya saat bertemu dengan seorang siswa asing. Menambah teman itu baik, toh? Lagipula, sepertinya siswa yang baru saja dilihatnya ini tidak sesombong Shoui. Meski mereka berdua menggunakan seragam dengan garis hitam yang sama. Dia akan membuktikan pada si sombong satu itu kalau dirinya toh bisa mendapatkan teman dengan paras feminin sekalipun.

--dan tak lama, terkejut saat siswa lain ikut bergabung.

Wajah yang tak kalah manis--dengan surai cokelat yang normal. Bukan biru seperti miliknya. Kalimat yang mengalir keluar begitu saja, membuat Shun harus mendengarkan dengan seksama sebelum akhirnya menjawab,

"Ah--iya, kemarin. Bulan yang lalu di festival musik? Shuu, kenalkan."

Mengulurkan tangannya, menunggu disambut hangat.

Yeh, dia tanpa sadar memperkenalkan dirinya sendiri menggunakan nama yang beredar dalam komunitasnya.

"Namamu siapa? Dan senpai, selamat sore."

Bertanya kepada si surai hitam dan menambahkan sapaan basa-basi--karena toh siswa kedua yang datang tidak terlihat sebagai seorang teman yang seangkatan.

Hanya firasatnya saja, sih.
Back to top Go down
View user profile
Asami Nanaki



-Number of posts : 557
-Age : 22
-Side : Yume
-Kelas : 2-2
-Registration date : 2009-10-23
-Deskripsi Fisik : Rambut coklatllmata hijaullkadang ada bekas cakaran kucing di lengan

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Thu Feb 24, 2011 8:04 am

Sendirian. Enaknya ngapain ya?

Sudah bukan rahasia lagi kalau dirnya sedang berada dalam puncak kebosanan karena sikap kedua saudara kembarnya yang selalu sok sibuk itu. Entah apa saja yang mereka kerjakan, ada saja alasan untuk menolak keinginannya main bersama. Padahal mereka selalu bersama, tak terpisahkan.

Pernah mencoba menyelinap dan menyabotase laptop kesayangan Kyuurei, membuang buku-buku Hachiru keluar jendela, mengganggu si pirang cengeng Akito juga sudah, tapi apa yang diharapkannya tidak juga tercapai. Memang paling sulit kalau berhadapan dengan sesama saudara yang sudah saling mengenal tabiat masng-masing dan mempunya darah yanag sama, artinya sikap tak mau mengalah yang sama.

”Huh, menyebalkan! Lihat saja, aku bisa sendirian kok,” gumamnya sembari berjalan cepat menyusuri jalan setapak menuju menara jam. Sedang berpikir akan mencari kucing di sekita sana. Ya, kucng. Satu-satnya yang bisa menghibur kebosanannya selain mengerjai siapa pun yang lewat. Ia sedang malas berbuat usil sih.

Lalu dilihatnya dua sosok dari jauh. Seorang yang sepertnya ia kenal dari surai biru panjang dan seoran lagi berambut hitam entah siapa. Membelokkan langkahnya ke sela pepohonan yang sudah gundul, mengintip untuk memamstikan wajah si biru itu dari depan.

Dan benar itu dia.

Merogoh kantongnya, meremas bola bulu yang sedianya akan diumpankan pada kucing yang ditemui, mengambil ancang-ancang melempar dan berteriak,”Shun-chan!! Ada ulat nih~” dan bola bulu utih pun dilempar ke arah si biru.

Sayangnya malah kena si rambut hitam. Wah, meleset. Gara-gara si kakak cantik yang berlari ke arah targetnya sih. Kakak yang sama-sama anggota Green Klub itu nampak akrab dengan si Shun-chan.

Perkumpulan rambut panjang apa ya mereka itu?
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Thu Feb 24, 2011 11:48 am

"Hei! maaf kalau aku salah, tapi--kamu yang cosplay Loveless di--di-- pokoknya aku pernah melihatmu cosplay~!"

"Eh--halo. sori. Apa aku mengganggu kalian?"


Tidak disangka seorang lagi datang menghampiri begitu saja, mengajak bicara sosok yang mau 'diperiksa'nya. Oke. Rencana gagal...untuk terlihat 'wajar'.

"Ee.. tidak, tidak. Kami juga tidak sedang saling berbicara atau apapun, kok," ucapnya tergagap.

Dan yang membuatnya penasaran, akhirnya merespon sosok pemuda... yang kalau diamati, terbilang cantik untuk laki-laki. Tapi suaranya memang laki-laki. Sosok pemilik helaian biru itu akhirnya menjawab,

"Ah--iya, kemarin. Bulan yang lalu di festival musik? Shuu, kenalkan. Namamu siapa? Dan senpai, selamat sore."

...dan disapa juga dirinya. Akio makin salah tingkah. Ia merasa dirinya seperti orang bodh saja. "Selamat sore," bungkuknya cepat. Setelah ini ia mau ngibrit dari kedua laki-laki (ternyata semuanya laki-laki) yang tak dikenalnya itu, layaknya orang asing lewat yang sekedar memberi salam pada orang-orang yang berpapasan dengannya di jalanan. Semoga semua terlihat 'normal'. Pas Akio membalikkan badan 180 derajat...

"Shun-chan!! Ada ulat nih~”

Entah bagaimana prosesnya, pokoknya tiba-tiba tangannya bergerak reflek menangkap sesuatu. Masih dengan ekspresi kebingungan, Akio memeriksa apa yang barusan ditangkapnya tiba-tiba. Bola bulu warna putih. Orang itu yang melemparnya? K-kenapa?

Oke, Akio di sini hanya seperti orang linglung saja.
Back to top Go down
View user profile
Park Joong Bum
Ketua Judo Club


-Number of posts : 2449
-Age : 23
-Side : Mirai Side
-Kelas : II-1
-Registration date : 2009-03-12
-Deskripsi Fisik : Rambut panjang sebahu warna coklat gelap, bola mata coklat gelap, tubuh ramping, cerewet, hati-hati dengannya atau dibanting>D

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Thu Feb 24, 2011 10:08 pm

"Ah--iya, kemarin. Bulan yang lalu di festival musik? Shuu, kenalkan."

"Nah, benar, festival musik!" Joong Bum membulatkan matanya yang notabene sudah besar dari sananya itu ketika mendapatkan jawaban yang ramah dari si surai kebiruan. Sekarang Joong Bum ingat; ia menemani hyung-nya yang notabene pemain biola dan calon pemilik orkestra ke sana. Dia sendiri sih, mana mengerti musik. Namun karena penampilan para cosplayer, Joong Bum tentu saja terhibur. Apalagi si surai biru yang manis itu menjadi Ritsuka. Yah, he's totally a gay, wajar kan, kalau suka anime Loveless?

Ups, sampai tidak sadar kalau lawan bicaranya mengulurkan tangan. Spontan si Korea ceria itu menyambutnya, "Joong Bum, salam kenal. Aku dari kelas II-1, Shuu kelas berapa?" pertanyaan ini bukan basa-basi, karena si coklat memang murni ingin tahu. Jelas karena ia tak pernah melihat Shuu sebagai anggota kelasnya yang notabene selalu membuat kegaduhan kalau guru tak ada. Oh iya, satu hal lagi yang membuat Joong Bum penasaran, "omong-omong, telinga yang waktu itu kau pakai benar-benar bisa bergerak sendiri? Beli di mana?"

"Ee.. tidak, tidak. Kami juga tidak sedang saling berbicara atau apapun, kok,"

Eh, iya, saking semangatnya dengan pemuda cosplayer ini, Joong Bum nyaris melupakan kalau sudah ada yang mendahuluinya datang. Seorang dengan panji hitam yang sama dengannya. Rambut hitam panjang sedikit acak, rasanya Joong Bum pernah melihatnya sesekali di koridor asrama; yah, walau tidak bisa dibilang kenal secara pribadi, sih. Lagi-lagi Joong Bum tersenyum ramah pada anak yang tampak canggung itu, "Kurasa aku belum kenal denganmu--padahal kita satu asrama, ya. Namamu sia--"

”Shun-chan!! Ada ulat nih~”

...
Belum juga selesai bicara, sudah ada gangguan. Maksudnya, kali ini benar-benar gangguan dari seorang Yume yang sepertinya hendak mengerjai Shuu. Dengan cara yang pernah dilakukan Gyu Young pada Joong Bum ketika mereka masih sama-sama di bangku sekolah dasar. Tetapi yang membuat Joong Bum bengong bukan ulatnya (setidaknya sedikit terlihat layaknya ulat, walau kalau diperhatikan ternyata bukan, sih), namun melesetnya serangan tersebut.

Lebih bengong lagi memperhatikan ekspresi si Negau bersurai hitam yang tetap datar.

"Nanaki-shii~" Joong Bum berkacak pinggang dan melihat ke arah rekan satu klubnya itu. Ya, walau tidak terlalu akrab, tetapi mereka pernah bakar ikan menanam pohon bersama, sih. Lagipula mereka satu angkatan dan kelas mereka bersebelahan, wajar kalau Joong Bum berani bicara dengannya pakai nada ala ibu-ibu (bukannya bapak-bapak?) menceramahi anaknya yang bandel, "yang barusan itu keterlaluan. Ayo minta maaf."

Sebenarnya Joong Bum itu umurnya berapa, sih?

_________________
| |

Everybody needs beauty as well as bread, places to play in and pray in, where nature may heal and give strength to body and soul.
~John Muir
Back to top Go down
View user profile
Watanabe Shun



-Number of posts : 36
-Side : Yume
-Kelas : satu
-Registration date : 2010-12-14
-Deskripsi Fisik : steel blue iris and hair; rather tall and slender; rambutnya dipita merah; wangi sabun bayi

Character sheet
Chip:
Status:
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Fri Feb 25, 2011 6:30 am

"Becomes larger too in expectation inside,
I am tired little by little and to gaze inside of many people,
just going crazy now also loses me repeatedly,
day tightens little by little"

I MY ME MINE - 4MINUTE

Sore harinya indah, seindah detik-detik yang berlalu--sesuai dengan keinginannya. Untuk bisa bersantai sejenak dan melarikan diri dari masalah-masalah yang bertumpuk. Lupa kalau kemarin sempat bertengkar dengan, yah--katakanlah, teman yang melebihi teman namun di bawah status sebagai seorang kekasih. Bingung? Jangan tanyakan lebih lanjut kalau begitu. Atau Shun akan menjelaskan panjang lebar mengapa hubungannya rumit begitu. Hidupnya tidak semudah yang dibayangkan olehnya, ternyata. Selalu saja ada benang yang kusut saat helai lain sedang diluruskan--tanpa henti. Mati satu tumbuh seribu, gampangnya. Astaga. Untung tubuh langsingnya sanggup menahan beban yang ada.

Alah, berlebihan, Shun.

"Sen--uh, sunbaenim," berucap sembari tertawa perlahan sewaktu mengetahui kalau siswa bersurai cokelat gelap yang ada di hadapannya adalah salah satu dari sekian banyak senior, "Annyeong."

Lantas, dari mana dirinya mengetahui sebutan macam itu?

Dalam komunitasnya terdapat macam-macam tipe manusia dan banyak ras tergabung di dalamnya. Belum lagi kalau kompetisi yang ingin diikutinya dilaksanakan di luar Jepang, itu berarti dia banyak bertemu dengan orang-orang dari lain negara, kan? Bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea. Setidaknya dia menguasai tiga bahasa lain selain bahasa ibunya semenjak berkenalan dengan banyak orang. Yang membuatnya senang, satu lagi, kenyataan bahwa senior berparas cantik di hadapannya ini hangat dan amat-sangat ramah. Sayang bukan orang yang pertama kalinya ditemui Shun dalam sekolah ini.

"Kelas satu-dua, sunbaenim."

Omong-omong, dia harus berterimakasih pada Sang-hyun yang sudah berbaik hati mengajarkannya sedikit Bahasa Korea.

"Itu--justru tidak bisa bergerak, maunya yang bergerak tapi tidak ada, kan? Sunbaenim datang waktu itu? Bulan lalu, kan?"

Lalu kenapa dia jadi nyerocos begini sih?

Sampai pekikan lain yang tadi dikiranya akan memanggil dirinya ditangkap oleh sepasang indera auditorinya dan tatkala dia membalikkan tubuh, yang ada di hadapannya kini adalah sang senior yang sudah lama dikejarnya. Terkejut setengah mati dan kontan menjerit histeris tanpa menyadari kalau yang dilempar oleh Nana-chan barusan bukan ulat asli. Cuma segumpal bola bulu yang biasa diumpankan kepada hewan yang dibenci oleh Shun seumur hidup. Tidak semua orang menyukai kucing, toh? Dia sendiri lebih menyukai sapi ketimbang hewan peliharaan rumah yang pemalas itu.

"Tidak apa-apa, sunbaenim. Sungguh."

Nyengir, setelahnya berjalan-setengah melompat riang menuju Nana-chan.

"Ke mana saja? Kok aku belum melihatmu dari kemarin? Kenapa lempar bola bulu begitu? Aku--jijik, tahu."

Terakhir, nemplok. Seakan-akan mereka baru bertemu lagi setelah seabad berpisah.
Back to top Go down
View user profile
Asami Nanaki



-Number of posts : 557
-Age : 22
-Side : Yume
-Kelas : 2-2
-Registration date : 2009-10-23
-Deskripsi Fisik : Rambut coklatllmata hijaullkadang ada bekas cakaran kucing di lengan

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Sun Feb 27, 2011 2:17 am

”Hahahahahahahhahahaha!”

Tertawa puas.

Meskipun tidak kena sasaran, apa yang diincarnya sudah didapat. Jeritan lucu si Shun-chan yang selalu membuatnya menyukai sosok kohai bersurai biru satu itu, untuk dikerjai. Menyenangkan lho!

Dan seruan dari si kakak cantik mendapat juluran lidah setelah tawanya mereda. ”Galak amat sih. Nanti bisa muncu kerut permanen di wajah cantikmu lho, kakak,” cengiran tanpa dosa ditrunjukkkannya pada sosok yang berkacak pinggang padanya. Kapan sih ia pernah mempan dengan kata-kata?

Keluar sepenuhnya dari persembunyiannya dan mendapati si kohai melompat-lompat riang sebelum memeluknya. Tidak mengerti kenapa si Shun-chan selalu saja senang kalau bertemu dengannya. dan karena asik dikerjai ya sudah, dibiarkan saja. Mainan yang penurut sih, nanaki suka.

”Aku sibuk mondar-mandir Negau. Kau mencariku?” dengan nada ketus yang biasa ia menjawab. Tahu kalau sosok ini tak akan pernah keberatan jadi ia tak perlu berpura-pura manis. Hanya kalau ada maunya saja senyum malaikatnya diperlukan.

Dan ngomong-ngomong...

“Kakak rambut hitam, balikin mainanku donk,” tangan terulur pada sosok satu-satunya yang tak ia kenal meski rasanya pernah melihat wajah itu. Tak ingat pernah bertemu di mana. Yang jelas pernah bertemu karena namanya juga satu sekolah. Dan ia sering mondar-mandir antar asrama menemui kedua saudara kembarnya. Wajah saja, kan?
Back to top Go down
View user profile
Niou Hatsuharu



-Number of posts : 84
-Age : 24
-Side : Negau
-Kelas : III-3
-Registration date : 2010-05-30
-Deskripsi Fisik : Tinggi, rambut hitam, mata coklat, pake kacamata, bawaannya tenang.

PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Mon Feb 28, 2011 10:18 am

Spoiler:
 



Tiga minggu dengan seabrek pelajaran buat kelas tiga dan tugas-tugas yang seakan tidak memberinya waktu untuk bernafas membuat Haru cukup merasakan sakit kepala tiap malam, apalagi tidak bertemu dengan Nana chan. Adik kelas yang dikejarnya dengan mengorbankan sisa masa SMU nya dengan pindah ke sekolah berasrama di Tokyo ini.

Haru melangkah keluar dari kamar, berharap bisa melonggarkan penat yang dirasakannya akhir-akhir ini. Berjalan keluar asrama Negau dan menyusuri tiap sudut sekolah. Dalam hati Haru ingin menemui mantan adik kelasnya waktu SMP dulu.

Setengah jam, tidak menemui apa yang diinginkannya, Haru memutuskan akan ke daerah Yume apabila setelah dari taman belakang sekolah tak ada sosok rambut coklat itu.

Entah pendengarannya yang tajam ataukah feelingnya yang terlalu kuat, Haru mendengar suara jail Nanaki yang dari arah WoH. Mempercepat jalannya, berharap apa yang didengarnya tidak salah.

Benar sekali. Itu Nana chan nya. Melemparkan sesuatu kepada seseorang. Haru tersenyum dari kejauhan melihat adik kelasnya tersebut. Namun beberapa saat kemudian senyum Haru hilang setelah melihat laki-laki cantik berambut panjang memeluk Nanaki.

Diam. Masih diam, dan setelah jaraknya dan Nanaki dekat, tanpa bicara Haru menarik pundak Nanaki dan melepaskan pelukan si rambut biru panjang tersebut. "Nana chan, senpai mencarimu dari tadi."

Dengan senyum yang dipaksakan, pandangan Haru beralih ke pemuda yang memeluk Nanaki tadi dan mengucap salam. "Selamat sore."

Dirinya hanya tak suka melihat Nana chan dipeluk seseorang.
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Mon Mar 14, 2011 8:24 am

Hhh. Ia merasa asing di sini. Entah bagaimana tapi tampaknya mereka semua saling kenal. Cuma dia satu-satunya yang tidak nyambung di sini. Percakapan mereka mau tidak mau didengarnya, dan Akio jadi mengetahui beberapa hal tanpa sengaja. Misalnya, yang rambutnya dikepang ini nampaknya orang Korea? Tadi sepertinya si rambut kepang ini sempat ajak ngomong dirinya, iya, kan? Terpotong oleh suara pekikan, err, oleh yang namanya Shuu itu..? Pokoknya Akio yakin bola putih berbulu ini yang jadi penyebabnya. Dan lagi-lagi, Akio baru sadar kalau dirinya gagal merespon dengan normal, eh?

“Kakak rambut hitam, balikin mainanku donk,”

"Aa, ya. Ini," dengan patuh ia melaksanakan permintaan si peminta. Ya ampun, ia benar-benar tidak ada urusan apapun di sini. Eh tapi, Akio teringat kalau sepertinya yang rambutnya dikepang itu sempat bicara padanya.

"Kurasa aku belum kenal denganmu--padahal kita satu asrama, ya. Namamu sia--"

Akio berbalik pada si pemuda cantik dari Korea itu. Pas baru benar-benar bisa menatap wajahnya dengan jelas, agak terkesima juga sih, bisa saja seorang laki-laki bertampang cantik bak perempuan seperti ini, dan contoh nyatanya sedang ditatapnya dan berdiri di depannya, "..err, ngomong-ngomong aku Ishii Akio kelas I-1, salam kenal," ucapnya sambil membungkuk sedikit dengan cepat.

Dan di saat itulah ada seorang lagi yang ketika Akio membalikkan badannya dari hadapan pemilik helai panjang yang dikepang itu, ia mendapati sosok baru lagi yang baru datang, menghampiri Shuu dan pemuda yang barusan melempar bola putih berbulu tadi. Uugh. Sudah saatnya ia pergi. Membiarkan orang-orang ini privasi mereka bercakap-cakap dengan kenalan-kenalannya. Akio sudah terlalu tidak nyambung. Yah, tempat ini tidak akan kemana-mana, toh? Besok datang lagi juga tidak masalah.

"Semuanya, aku permisi dulu. Senang bertemu kalian," Akio membungkukkan badannya sopan, sebelum akhirnya ia meninggalkan orang-orang ini.

Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Huh? [OPEN]   Today at 8:46 pm

Back to top Go down
 
Huh? [OPEN]
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» To Pour Salt Into An Open Wound...
» Work of Art (open to all)
» The Shivering Isles (Open To All!)
» Enemies Brought Together As One(Open, Pick N Play)
» Yoruyounaka Kaizokudan: Unknown Winter Island (open to anyone)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Shiroi Gakuin :: Way of Heaven-
Jump to: