Shiroi Gakuin


 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Tsukimi [END]

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Tsukimi [END]   Tue Nov 16, 2010 10:08 am

…Sudah musim gugur, kan?

Jam menunjukkan pukul delapan malam. Malam-malam begini, di tempat seperti ini, dengan pakaian santai yang cukup menghangatkan, tak lain untuk tujuannya menikmati pemandangan bulan. Tsukimi, wajar dilakukan bagi para warga Jepang bersama-sama keluarga atau teman-teman di musim gugur seperti ini. Dan yang dilakukan Akio saat ini tak beda jauh dengan itu, hanya saja, kali ini ia melakukannya sendirian.

Sendirian.

Wajahnya mendongak ke atas, bertatapan dengan bulan. Cahayanya pucat, seperti biasa. Ia ingat musim-musim gugur sebelumnya ia habiskan waktu bersama dua temannya itu. Helaan nafas dalam menyusul ketika kenangan-kenangan itu muncul. Mereka sedang apa sekarang? Sedang tsukimi jugakah? Ia meragukannya, karena dua temannya itu bukan warga Jepang.

Lihatlah dirinya sekarang. Ternyata, tak banyak berubah dari dirinya dulu, sebelum ‘diselamatkan’ oleh kedua temannya ini. Masih saja pribadi yang selalu seorang diri, eksklusif, kaku, tak terjamah. Dikira dirinya sudah belajar banyak dari dua temannya itu, namun ternyata, tanpa mereka, tak ada perubahan yang berarti dalam dirinya. Semua terkuak begitu terpisah dari mereka.

Hampir genap sebulan ia masuk ke komuniti baru ini, Shiroi Gakuin, dan sampai saat ini ia belum ada satu pun orang yang bisa benar-benar dikatakan sebagai 'teman'. Yang lalu lalang sejauh ini hanyalah teman-teman basa-basi yang datang dan pergi begitu saja. Bersikap baik hanya karena formalitas dan kesopanan. Dari luar tampaknya ramai, namun nyatanya, ia masih hanya sendirian.

Hmph, dalam hati Akio menertawai dirinya sendiri. Semilir angin dingin musim gugur tak digubrisnya, Akio mengeluarkan ponselnya, berencana untuk mengirim e-mail pada temannya itu. Jemarinya dengan fasih menekan tombol-tombol pada ponselnya.

Keluarlah. Bulannya lagi bagus’ …dan send. Sebuah pelarian untuk tidak merasakan sebatang kara, pada tsukimi-nya tahun ini.

Dan biarlah kalau memang kenyataannya bahwa ia memang sendirian, ia akan berusaha menikmati rasa sebatang kara itu dalam malam yang sunyi ini…


Last edited by Ishii Akio on Sat Mar 26, 2011 1:34 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
Hanami Michiru



-Number of posts : 104
-Age : 23
-Side : Yume
-Kelas : 2-3
-Registration date : 2009-12-16

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Wed Nov 17, 2010 2:22 am

Musim yang mengharuskan suhu menurun dan hembusan angin menggigit kulit tak akan menjadikan suatu penghalang baginya untuk berjalan di luar selagi kebanyakan pemuda yang seatap dengannya bergelung nyaman di bawah selimut atau menikmati penghanagat ruangan. No, sangat-sangat rugi kalau sampai melewatkan pemandangan yang tak bisa dilihat ditengah lampu-lampu menyorot di tengah kota. Ah, dirinya merasa sekolah ini adaalh pilihan yang tepat untuk menikmati kehidupan masa SMA yang menyenangkan. Ada sang pujaan hati di sini, ada pemandangan menarik tipa hari dengan dikelilingi wajah-wajah tampan dan body bagus berkeliaran (keuntungan sekolah khusus lelaki)--meski tentu saja tak setampan dirinya, serta pemandangan yang tak bisa dilihat jika bersekolah di tengah kota. Salah satunya, bulan di malam hari.

Menjejakkan langkah panjang menyusuri way of heaven, ya jalan surga. Kalau way to heaven sih, baginya adalah jalan menuju kamar sang pujaaan. Lupakan Michi, ia sedang sibuk. Belajar untuk ulangan, tak boleh diganggu. Sang pemilik coklat gelap yang selalu menawan itu masuk sekolah ini dengan beasiswa, dirinya mengerti pentingnya mempertahankan prestasi bagi makhluk paling indah di matanya itu. Sangat indah, terlalu indah, hingga kadang terasa tak nyata.

Tapi begitu lewat hari ini, ia akan 'menculik' nya untuk bermain di luar. Kencan, hehe.

Berhenti beberapa langkah, mendapati sosok lain yang berdiri di depan sana. Nampak sdang fokus dengan apa yang digenggamnya. Ponsel kah?

Well, tak baik bertanya-tanya. Dekati saja" Hi there~! The Moon is kirei. Dari sana terlihat jelas sepertinya, cobalah mendongak," dengan logat masih setengah campuran awalnya. Masih agak sulit ternyata mengucapkan nihongo secara spontan. Tapi yang di sana pasti akan mengerti kan? Ia yakin. Karena sembari bicara, ia menambahkan senyum berkilaunya.
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Wed Nov 17, 2010 2:49 am

Usai berurusan dengan ponselnya, Akio mendengar ada suara asing yang ditujukan pada dirinya. Lantas ia menengok ke arah sumber suara, dan mendapati sosok berambut pirang yang sedang tersenyum lebar ke arahnya, berbicara dengan bahasa Jepang yang campur-campur dengan bahasa asing. Logatnya pun tidak terdengar seperti logat Jepang. Oh, ternyata siswa Shiroi Gakuin ini memang macam-macam, ya.

"Selamat malam. Anda juga hendak tsukimi?" ucapnya sopan, dan tenang. Rupanya ada juga siswa yang masih ingat untuk melakukan tsukimi pada musim gugur ini. Ia sempat tidak yakin, karena selama ini kok belum pernah ia dengar atau lihat ada siswa selain dirinya yang pernah tsukimi dari awal musim gugur ini. Justru, yang ikut meramaikan, malah laki-laki ini yang tampaknya bukan sepenuhnya orang Jepang. Generasi muda Jepang sekarang memang mengkhawatirkan...

Akio sangka, malam ini akan ia habiskan sendirian ber-tsukimi. "Aku pun sependapat. Bulan di musim gugur memang... paling indah," Akio memalingkan pandangannya ke samping, pada dua kata terakhir. Memang suasana hatinya hari ini sedang tidak terlalu baik. Namun begitu, Akio sebisa mungkin menyamarkan perasaannya agar lawan bicaranya tidak menyadari apapun. Emosinya saat ini hanya akan merusak suasana.
Back to top Go down
View user profile
Tounomoto Kiya



-Number of posts : 110
-Age : 22
-Side : Negau
-Kelas : II-3, Dorm 210
-Registration date : 2010-01-27
-Deskripsi Fisik : rambut hitam sepanjang pundak yang (hampir) selalu diikat tali merah

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Thu Nov 18, 2010 6:29 am

Bulatan keperakan itu akhirnya tergambar di kanvas hitam yang sebelumnya sudah ditaburi kerlap-kerlip aneka warna.

Sebenarnya sore ini Tounomoto keluar untuk berlatih lagi, seperti yang biasa dilakukannya setiap hari, namun dia menghentikan latihannya ketika sang rembulan mulai muncul. Kimononya yang terbuka dan menggantung di pinggang hakamanya terbuai angin lembut. Angin musim gugur memang dingin tetapi tak pernah menjadi masalah bagi Tounomoto.

Segala hal yang sulit adalah bahan latihan.

Mengambil handuk yang tadi digantungkannya di dahan sebuah pohon di dekatnya, Tounomoto melap keringat di wajah dan torsonya yang telanjang, setelah menyandarkan pedang kayunya pada batang pohon yang sama. Belum sebanyak biasanya, namun malam ini bulan terlihat berbeda hingga dia memutuskan untuk menghentikan latihannya barang sejenak guna menikmati cahaya keperakan tersebut.

Tsukimi.

Biasanya dia melakukannya bersama ayah dan paman-pamannya pada pertengahan musim gugur. Kebiasaan itu berhenti sejak masuk sekolah berasrama ini. Tak banyak teman yang bisa diajaknya mengagumi bulan, hingga akhirnya Tounomoto tenggelam dalam latihan-latihannya.

Atau melakukannya sendirian.

Dalam diam itu, mendadak didengarnya dua suara di dekatnya. Keluar dari kegelapan bayangan pepohonan tempatnya berlatih tadi, dilihatnya dua siswa sedang berbincang. Dari kalimat sesama rambut hitam sepertinya, kelihatannya tsukimi adalah alasan mereka keluar malam ini.

Ternyata ada juga yang melakukannya.

"Ah, sedang menikmati bulan?" tegurnya, tersenyum. Pertanyaan yang diajukan pada kedua orang di depannya.
Back to top Go down
View user profile
Hanami Michiru



-Number of posts : 104
-Age : 23
-Side : Yume
-Kelas : 2-3
-Registration date : 2009-12-16

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Sun Nov 21, 2010 3:08 pm

Juga, katanya. Satu kata itu cukup membuat senyumnya mengembang dan berkilau oleh pantulan bulan yang memang tak tertutup selapis awan. Tepat sekali saat seperti ini untuk melihat keindahan bulan maupun bintang. Sebelum ini pun dirinya bertemu pemuda yang sedang melihat bintang ketika dirinya berniat melakukannya. Takdir itu, selalu mengikat orang-orang yang menyukai keindahan ciptaanNya untuk bertemu ya? Di atas segalanya, DIA memang perencana paling hebat.


"Konbanwa, dear-san. Tsuki wa ontouni kirei desu ne(selamat malam. bulannya indah sekali ya?)," ucapnya kemudian. Berusaha memakai nihongo penuh. Satu atau dua kalimat, ia sudah bisa sekarang. tentu saja, percakapan sehari-hari yang sederhana.

Nah, dirinya bertemu sesama orang yang ingin tsukimi di sini. Pemuda berperawakan jepang asli, tubuh tanggung dengan rambut hitam lurus tergerai dan sepasang onix hitam yang berkilau. Secara keseluruhan...cantik! Jari-jarinya gatal ingin membelai puncak kepala sang pemuda kalau saja tidak ingat dirinya sudah mengikat janji dengan pemuda Jepang lain yang memiliki mata coklat dalam menghanyutkan. Sosok terindah baginya.

"Oh ya?" sang pemilik golden menelengkan kepala, mendapati getar nada dan sikap yang seakan sang pengucap tak berada di sana saat itu. Bukan, hatinya tak sedang mengucapkan itu. Bagaimana dirinya bisa tau? dia bukan pemilik sixth sense atau hal luar biasa lainnya, itu jelas. Tapi seorang Hanami muda telah terbiasa menerima dan merasakan setiap tetes perasaan dari orang yang berinteraksi dengannya, dengan berbagai cara. terima kasih pada lingkungan dan situasi yang membangun dirinya menjadi seperti sekarang.

"Kau tidak mengatakan tentang bulan malam ini dan bahkan belum melihatnya, bukan?" melangkah perlahan mendekat, dengan dua tangan di belakang punggung. Lalu menyisakan jarak setengah langkah, meraih wajah yang berbingkai helaian hitam lembut hingga bertatapan dengan goldennya. "Lihatlah, bulan malam ini," melepaskan tangannya dari kontak dengan kulit lembut seputih pualam, menunjuk ke atas.

Tak ada kata penghiburan terucap. Tak ada yang bisa diucapkannya yang melebihi keindahan alam untuk menghibur hati manusia, Michiru yakin.

Wow! Another nice view has come out!

"yes, we are. Mind to join us?" meluncur begitu saja. Terlalu terpesona pada hakama yang dipakai sang pemuda berambut hitam yang lebih panjang lagi dari pemuda pertama. Apakah orang Jepang kembali ke jaman tradisis memanjangkan rambut ala samurai? Ia tak begitu peduli karena yang memenuhi kepalanya kini adalah sosok seseorang lain yang tak ada di sini seandainya memakai hakama serupa. Pasti sangat menawan. Oh, ingin melihatnya!
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Mon Nov 22, 2010 7:36 am

Siswa asing ini pun tampaknya antusias menikmati pemandangan yang bulan berikan pada malam ini. Siapapun memang sulit untuk tidak mengakui keindahannya. Pemuda pirang ini pun mengatakannya, dengan bahasa Jepang ala orang asing, mengenai indahnya bulan malam ini.

Tidak ada pesan balasan yang ia terima dari ponselnya. Berarti kemungkinan besar, orang yang dikirimnya pesan itu, seperti biasa sedang tidak berada pada tempat yang sama dengan ponselnya. Dan di saat itu juga si siswa asing mulai melangkah, mendekati dirinya. "Kau tidak mengatakan tentang bulan malam ini dan bahkan belum melihatnya, bukan?" ucapnya. He? Akio mengedipkan matanya, masih kurang menangkap maksud ucapan si pirang ini. Dan setelah itu, pria di hadapannya ini sekarang memegangi wajahnya, membuatnya bisa melihat dengan jelas warna mata si siswa asing ini. "!" Akio terkejut akan tindakan pria asing ini, wajahnya memperlihatkannya. Tapi memang biasanya orang asing itu budayanya lebih banyak melakukan body contact, kan? Ya, ya. Akio (berusaha untuk) tak protes apa-apa. Tapi tetap saja, dengan jarak sedekat ini, mendekap wajah Akio dengan kedua tangannya, rasanya agak berlebihan... atau memang Akio saja yang dari dulu belum terbiasa dengan 'budaya' ini...?

"Lihatlah, bulan malam ini," perlahan dekapan dari wajahnya dilepas si pirang. Kembali Akio menengadah untuk memandangi si bulan. Terdiam sejenak, ekspresinya melembut. "Ya, aku tahu..." ujarnya lemah.

Dan sekarang, orang ini datang. Mungkin tidak akan ada bedanya dengan orang-orang sebelumnya yang pernah kutemui. Dan semua ini hanyalah skenario.

Terdengar suara lain yang mengalihkan perhatiannya dari si bulan. Menoleh ke arah suara itu berasal, Akio mendapati sosok yang dengan hakamanya, terlihat sedang habis berlatih kendo. Telanjang dada, dan menenteng shinai. Bukti-bukti yang mendukung bahwa pemuda ini baru saja mengakhiri latihannya. Terusik karena si bulan yang sedang memperlihatkan kecantikannya malam ini?

Pemuda asing di sebelahnya menyambut sosok baru ini dengan sama antusiasnya. Akio hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan si kendoka ini. Mungkin tsukiminya kali ini akan ramai. Ya, tiga orang sudah cukup ramai menurutnya.

"Anda tadi tengah latihan?" tanyanya pada pemuda berambut panjang itu. Malam-malam begini latihan, benar-benar menunjukkan bahwa pemuda ini cukup serius menggeluti kendo ini. Mungkin saja kalau ternyata pemuda ini sama-sama seorang shodan seperti dirinya. Toh dunia ini luas, banyak saja kemungkinan yang ada.
Back to top Go down
View user profile
Tounomoto Kiya



-Number of posts : 110
-Age : 22
-Side : Negau
-Kelas : II-3, Dorm 210
-Registration date : 2010-01-27
-Deskripsi Fisik : rambut hitam sepanjang pundak yang (hampir) selalu diikat tali merah

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Fri Nov 26, 2010 6:38 am

....

....

....

Tounomoto bengong sebengong-bengongnya ketika si rambut pirang tiba-tiba menoleh padanya dan berbicara dalam bahasa Inggris. Padahal tadi kelihatannya dia asyik mengobrol dengan si sesama rambut hitam, tapi kenapa tiba-tiba mengatakan kalimat berbahasa asing itu ke arahnya?

Barusan dia bilang apa? Artinya apa?

Sedikit banyak Tounomoto jadi kelabakan juga. Bahasa asing sejak dulu adalah kelemahannya, namun meski menghadapi siswa-siswa asing di Shiroi Gakuin ini, mereka selalu bisa diajak bicara dalam Nihongo. Rasanya jadi ingin menarik Yukishiro atau Ouran keluar dari tempat tidur mereka saat ini agar membantunya menerjemahkan kalimat si pirang barusan.

"Ah, ano, eto...," baiklah, apa yang akan kau katakan sekarang, Tounomoto? "...mi," boku wa, "enrisu," eigo o, "supikku," hanasu koto ga, "no." dekinai*. Begitu?

Meringis dengan semu merah di pipinya, adalah wajah yang ditunjukkannya pada si pirang setelah mengatakan kalimatnya tadi, tahu pasti ada yang salah karena memang dia tak bisa menyusunnya dengan benar. Mungkin takkan pernah bisa. Terserah deh mau ditertawakan atau apa. Tounomoto sudah sadar diri seutuhnya kok kalau dalam hal bahasa asing dia memang patut dijadikan lelucon.

Syukurnya si sesama rambut hitam memberinya pertanyaan lain yang bisa mengalihkan rasa malunya dari si pirang. Dalam bahasa yang sangat ia mengerti.

"Benar," dia melirik bokuto**-nya yang tersandar di batang pohon di sebelahnya, "hanya latihan rutin, kok," tersenyum lagi ke arah mereka, senang bisa bertemu sesama orang yang sama-sama menikmati tsukimi. "Jadi benar kalian sedang tsukimi, ya? Apakah aku mengganggu?" Tounomoto balik bertanya.

Lalu mendadak menyadari sesuatu, "Ah, maaf, terlambat memperkenalkan diri," dia menegakkan tubuh dan merapatkan kedua kakinya, "Aku Tounomoto Kiya. Senang berkenalan dengan kalian berdua," dan membungkukkan tubuhnya empat puluh lima derajat untuk sedetik sebelum tegak kembali.

Kesopanan tidak pernah boleh dilupakan dalam situasi seperti apapun.





Spoiler:
 


Last edited by Tounomoto Kiya on Fri Nov 26, 2010 6:49 am; edited 1 time in total (Reason for editing : Jiah, salah ketik satu kata ituuuuu!!)
Back to top Go down
View user profile
Hanami Michiru



-Number of posts : 104
-Age : 23
-Side : Yume
-Kelas : 2-3
-Registration date : 2009-12-16

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Wed Dec 01, 2010 6:42 am

Oh, No. Anak yang agak pendiam, dari reaksinya. pdahal dirinya telah bersiap untuk mendapatkan kontak fisik (baca:pukulan dan bantingan) dari orang yang mendapat curahan perhatiannya ini. Kecewa. Tapi mau bagaimana lagi? Setiap jiwa memiliki ciri khas sendiri dan ekspresi kaget yang di dapatnya barusan adalah sisi manis dari sang pemuda.

Alis terangkat sebelah. Sebuah tawa ringan dan anggukan kemudian menaggapi sang pemuda berhakama dengan bentuk dada kencang yang tereskpos sempurna. Nice pose!

"Sou ka. Gomennasai*," membungkuk dalam menjawab pernyataan sang pemuda. Manisnya, sampai terbata begitu. Michiru menyesapi tiap kata yang terucap dan menyimpannya sebagai salah satu bukti yang memperkuat kesukaannya pada negeri timur ini. Akan beda kalau diri berhadapan dengan warga Amerika, misalnya. Akankah mereka minta maaf dan berkata semanis pemuda di hadapan kini? Tak ada jaminan. Well, memang budayanya berbeda, tentu saja.

Bangun dan mendapati semu merah pada pipi sang pemuda. Dear God, can i hug him just for once? Sesaat dirinya merasa begitu berdebar hingga tangan terasa gatal ingin memeluk. Pertanyaan yang terlontar dari si pemuda pertama yang memaksa diri kembali pada kesadaran penuh. Ia tidak boleh. Ia sudah mengikat hati pada satu jiwa yang sedang tak ada di sini.

"Jadi, anata seorang judoka?" Michi melipat kedua tangan di depan dada, mencegah dirinya sendiri terlepas lagi. Dan yang lewat kemudian tanpa dapat dicegah adalah (lagi-lagi) bayangan sang peri yang tengah memegang pedang kendo dengan hakama setengah terbuka dan tatapan tajam sepasang coklat gelap yang menghanyutkan. Digelengkannya kepala cepat-cepat, membiarkan helai pirangnya sedikit berantakan.

I miss him so much! Can't help it.

"Oh, tidak. Sama sekali tidak!" menjawab cepat, agak kehilangan keanggunannya kini. Salah siapa sempat melamun saat bercakap dengan orang lain? "Tadi kita mengajak dirimu bergabung, benar kan?" kedipan ringan diberikannya pada pemuda di sampingnya. semoga sang pemuda tidak salah paham dan terpesona padanya, karena dirinya sudah berusaha membuatnya menjadi kedipan bersahabat. Mengurangi pesona itu agak susah, jadi semoga yang bersangkutan mengerti.

"yoroshiku**," membungkuk mengiringi sosok yang memperkenalkan diri. Debar senang kembali menguasai diri. Saling membungkuk ketika memperkenalkan diri terasa lebih indah daripada jabat tangan atau bertukar kartu nama, sungguh.

"Hanami Michiru desu," diberikannya satu lagi bungkukan badan kepada sang hakama sebelum beralih dan membungkuk juga pada teman tsukiminya yang pertama. Kalau harus melakukannya 10 kali lagi pun, Michiru mau. Mau sekali!


------------
*Oh, begitu. Maaf.
**Salam kenal
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Tue Dec 07, 2010 6:46 am

Si kendoka menjawab siswa asing ini dengan bahasa Inggris yang… Err. Yah, ia sudah berusaha.
“Kurasa ia juga mengerti bahasa Jepang,” sekedar memberitahu, sekalian berempati juga sih.

"Sou ka. Gomennasai." Eh? Mengapa ia meminta maaf? Sampai membungkuk segala. “? Anda tidak berbuat salah apapun, kok?” ujarnya bingung. Mungkin ada kesalahpahaman? Entahlah, pokoknya Akio tidak mengerti kenapa si pirang malah minta maaf.

"Jadi, anata seorang judoka?"
“Eh? A-aku?” Akio menunjuk hidungnya sendiri. “Kenapa Anda bisa berpikir begitu?” memang ada bagian dari dirinya yang membuat orang-orang berpikir bahwa dirinya seorang judoka? Penasaran saja, sih.

"hanya latihan rutin, kok." Wah. Latihan rutin…Pemuda yang rajin. Pasti ia sangat antusias dengan kendo ini. "Jadi benar kalian sedang tsukimi, ya? Apakah aku mengganggu?" Sopan sekali kelakuannya. Mengingatkannya pada dirinya sendiri… biarpun pastinya beda alasan dan beda konteks dengannya, sih. “Justru kalau lebih ramai, lebih baik,” terangnya. Lagipula, tadi si pirang malahan sempat mengajaknya untuk gabung juga. Ah, ya. Kan pemuda ini tampaknya tidak terlalu menguasai bahasa Inggris. Hmm. Omong-omong tak jarang juga ya orang asing di Jepang yang masih saja menyelipkan bahasa asalnya dalam percakapan dengan orang lokal di sini. Kalau memang tak bisa sih, tak apa. Kalau sudah bisa tapi tetap begitu, kira-kira kenapa, ya? Seharusnya bahwa di Jepang kebanyakan orang-orangnya hanya jago dalam bahasa nasionalnya sendiri, sudah terkenal di dunia internasional, kan? Yah. Mungkin siswa asing ini sendiri belum terlalu lancar menggunakan bahasa Jepang. Atau, mengira bahwa lawan bicaranya bisa bahasa Inggris. Maklum, bahasa Inggris kan bahasa internasional.

"Ah, maaf, terlambat memperkenalkan diri, aku Tounomoto Kiya. Senang berkenalan dengan kalian berdua," ucap si kendoka tadi. Iya juga sih. Si pirang pun telah memperkenalkan dirinya. Kalau begitu…

“Hajimemashite. Ishii Akio desu. Yoroshiku.”
Back to top Go down
View user profile
Tounomoto Kiya



-Number of posts : 110
-Age : 22
-Side : Negau
-Kelas : II-3, Dorm 210
-Registration date : 2010-01-27
-Deskripsi Fisik : rambut hitam sepanjang pundak yang (hampir) selalu diikat tali merah

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Wed Dec 15, 2010 6:30 am

Senyum senang Tounomoto mengembang ketika didengarnya kedua orang ini tak keberatan dirinya bergabung dalam tsukimi mereka. Malah satu-persatu dari mereka mulai memperkenalkan diri.

Yang kelihatannya orang asing ternyata memiliki nama yang sangat Jepang. Malah kalau Tounomoto boleh komentar, namanya terdengar cantik. Tapi tentunya Tounomoto takkan mengatakan 'cantik' pada seorang laki-laki. Bisa-bisa malah dianggap menghina nanti.

Lalu yang satu lagi juga memulai perkenalannya dengan hajimema---

Syaraf-syaraf dalam tubuh Tounomoto seketika menegang. Waktu latihan keluarga? Sekarang? Serangan dari arah mana kali ini? Kiri? Kanan? Depan? Belakang?

Tidak. Daripada memperkirakan arah serangan, akan lebih baik kalau menjatuhkan pemimpin serangannya kali ini. Dan orang itu malah terlihat berdiri di depan mata saat ini, bukannya segera bersembunyi atau segera menyerang dirinya.

Kesalahan? Atau jebakan? Yang manapun tak apa. Aku akan tetap menjatuhkan dirinya!


Gawat! Refleks menyerang Tounomoto langsung aktif begitu si rambut hitam mengucapkan kata 'hajimemashite' tadi! Tanpa disadarinya sendiri, Tounomoto sudah langsung bergerak ke arah si rambut hitam, mencengkeram lengan atas pakaian orang itu dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya bergerak, siap untuk memukul wajah si sesama rambut hitam!

Kelihatannya kali ini Tounomoto bisa benar-benar terlibat masalah kalau sampai tidak ada yang segera menyadarkannya.
Back to top Go down
View user profile
Hanami Michiru



-Number of posts : 104
-Age : 23
-Side : Yume
-Kelas : 2-3
-Registration date : 2009-12-16

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Fri Dec 17, 2010 1:00 pm

Alangkah indahnya suasana perkenalan sambil saling membungkuk di antara deretan pohon yang telah meninggalkan hijaunya, di bawah bulan menaungi. Tsukimi memang seperti ini kan? Keindahan yang tak akan terjadi dua kali, seperti keindahan bunga yang mekar. Michi terhanyut dalam suasana ini hingga sang judoka berotot dada kencang tiba-tiba bergerak ketika si cantik memperkenalkna diri.

Eh?

"Tunggu duluuuuu!!!! Wait, wait, wait!!!" tanpa berpikir dua kali, melesat memegang pergelangan tangan sang judoka yang menyebut dirinya Tounomoto itu. "Posisi tanganmu salah, kawan. Seharusnya dua-duanya di pundak lawan," berkata dengan yakin. "Dan bukankah harus ada tanda dimulainya pertandingan dulu? Kalau memang serius melakkukannya, aku yang akan jadi Gyoji," dan berikutnya manik emas telah bergulir, menoleh ke kanan dan ke kiri dengan cepat. Mencari sebatang kayu, ekor sapu, apapun yang bisa untuk menggambar lingkaran di tanah.

Agak panik sebenarnya, tapi sikap anggunnya masih bisa menutupi. Tak ada yang pernah memberi tahunya kalau tradisi tsukimi di Jepang itu diawali dengan pertandingan sumo. Bagaimana ini? Ia bahkan tak membawa kipas yang menjadi syarat utama seorang wasit sumo. Semuanya begitu mendadak, namun mendebarkan. Ini bisa jadi tsukimi paling berkesan sepanjang hidupnya. Budaya yang mengagumkan.
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Sat Dec 18, 2010 1:55 am

Malam yang damai... dan hari ini pun ia tambah kenalan lagi. Damai, dan Akio sendiri merasa tak ada masalah, sampai ketika Akio memperkenalkan dirinya.

Kenapa tiba-tiba pemuda yang berambut hitam panjang ini tiba-tiba menyerang. Kenapa.

Bajunya sudah sempat dicengkeram, dan sangat untungnya Akio punya refleks bagus untuk menghindar biarpun dirinya sejujurnya dalam kondisi kebingungan dan berulang kali berpikir apakah ia ada salah kata yang telah diucapnya pada pemuda ini selagi bersiap memutar badannya ke balik punggung si penyerang untuk berlindung- untungnya Akio tak perlu repot-repot melakukan itu, karena si half yang satu lagi sudah menangkap kepalan tangan yang siap meluncurkan pukulan kepada Akio.

"Tunggu duluuuuu!!!! Wait, wait, wait!!!"

Ya. Setuju. Benar- 'tunggu dulu'. Akio menatap laki-laki yang barusan meneriakkan kata-kata itu, masih tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Pandangannya sekarang berganti ke orang yang tiba-tiba menyerangnya tadi. "Err...Tounomoto-san? A-ada apa ya?" masih berusaha menjaga suasana, karena masih belum tahu alasan ia diserang oleh pemuda ini. Belum tentu pemuda ini menyerangnya karena memang ada niat jahat- siapa tahu ada alasan masuk akal lain... biarpun Akio sama sekali tidak terpikirkan salah satu contoh alasan masuk akal pun yang dapat menjelaskan aksi pemuda ini.

"Posisi tanganmu salah, kawan. Seharusnya dua-duanya di pundak lawan. Dan bukankah harus ada tanda dimulainya pertandingan dulu? Kalau memang serius melakkukannya, aku yang akan jadi Gyoji,"

A-apa? Dia sedang ngomong apa? Tunggu. Apa ia satu-satunya orang yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi sebenarnya di sini? Kenapa half ini kelihatannya nyambung-nyambung saja? Dan kenapa jadi membicarakan Gyoji?! Ughh... pusing. Daripada malam yang damai, malam ini lebih tepat dibilang malam yang aneh.

"Hanami-san...? Sebenarnya kita sedang apa sih...?" akhirnya pertanyaan ini terlontar juga saking tidak tahannya Akio dengan situasi sekarang yang membuatnya kebingungan. Pertama, ia tidak mengerti kenapa ia diserang. Kedua, ia tidak mengerti kenapa Hanami Michiru ini tampaknya mengerti alasannya. Ketiga, ia tidak mengerti kenapa seolah-olah mereka bertiga seperti sedang terlibat dalam pertandingan sumo!? Haloo?

...dari semua kejadian ini, nggak heran kalau Akio punya pikiran kalau kali ini ia seperti sedang sengaja dikerjai oleh dua orang ini. Siapapun, tolong jelaskan.
Back to top Go down
View user profile
Tounomoto Kiya



-Number of posts : 110
-Age : 22
-Side : Negau
-Kelas : II-3, Dorm 210
-Registration date : 2010-01-27
-Deskripsi Fisik : rambut hitam sepanjang pundak yang (hampir) selalu diikat tali merah

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Tue Dec 28, 2010 3:23 am

Hm? Tangannya ditahan oleh seorang lagi dan si pemberi perintah ini pun sudah siap menghindari serangannya. Rupanya memang jebakan, ya? Tidak apa, jatuhkan saja dulu salah satu di antara mereka, baru menyerang yang satunya lagi.

Lalu setelah itu--
Hah?

"A-apa?" terbata Tounomoto mendapati dirinya sedang memegangi Ishii dan juga sedang dipegangi Hanami.

Sinar matanya kembali setelah sebelumnya sempat menghilang karena terbawa perasaan bertarungnya.

Kenapa tahu-tahu...? Tadi Hanami dan Ishii tak melakukan apa-apa kan kecuali memperkenalkan diri? Kenapa tangan kanannya yang tertahan Hanami sedang dalam keadaan mengepal di udara, seolah siap untuk memukul?

Apa yang baru saja terjadi?

"Ma-maaf! Hontou ni gomen nasai!" buru-buru dilepaskannya tangannya dari Ishii dan membungkuk dalam-dalam padanya.

Dengan cemas dia memandangi kedua orang tersebut. "A-aku tak tahu kenapa... kalian tidak apa-apa? Apa yang tadi kulakukan... ah, apapun itu, aku benar-benar minta maaf!" dia kembali membungkuk berkali-kali sedalam dia bisa ke arah Ishii dan Hanami bergantian.

Ingatan tentang kejadian pemukulan terhadap temannya waktu di hari pertama dia masuk SMP langsung melintas di pelupuk matanya. Tounomoto terkena skorsing tiga hari tanpa mengerti kenapa tiba-tiba dia bergerak menyerang mereka. Oto-Sama juga tak mengatakan apa-apa padanya kecuali menyuruhnya intropeksi dan berlatih lebih keras lagi untuk mengendalikan diri.

Apa yang terjadi barusan sama seperti yang terjadi waktu SMP itu?
Back to top Go down
View user profile
Hanami Michiru



-Number of posts : 104
-Age : 23
-Side : Yume
-Kelas : 2-3
-Registration date : 2009-12-16

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Sun Jan 02, 2011 11:05 am

"oh, kau tidak perlu minta maaf, dear~" menepuk pelan pundak Kiya yang panik dan melepaskan posisi salah pegangannya pada lawan. Mana sadar ia kalau pernyataan itu tak ditujukan padanya. Namanya juga Michiru. Antena kepekaannya tak mesti bekerja di saat seharusnya milik orang lain bekerja.

Oh No. Sebuah pertanyaan yang tak dinyana keluar dari antara bibir tipis si cantik Akio. Sedang apa, tanyanya. Sudah jelas sedang menjalankan tradisi ber-tsukimi ala negeri Sakura menawan ini kan? Dengan olahraga yang mempertaruhkan kehormatan dua orang pria pada kekuatan otot dan keringat.

Sumo, fundoshi, how exotic~

Begitu terpesona hingga kilau samar kulit seputih mutiara tanpa cela yang membungkus wajah pemuda setengah Inggris ini lebih terang dari sebelumnya. Membayangkan kedua pemuda cantik di hadapan mengenakan pakaian sakral sumo yang merupakan selembar kain putih polos. Memang hanya bisa membayangkan karena ini musim gugur dan angin nakal sedang mengincar mereka untuk menelusup ke setiap celah kulit yang terbuka. Jadi lupakan keharusan memakai Fundoshi, Michi.

"Tentu saja Su--" Aih, belum sempat menjawab pertanyaa si cantik akio, disela dengan permintaan maaf tergagap lagi oleh sang judoka berotot kencang menawan. Sayang sekali sikap tegas tak mengiringi bentuk tubuh yang sempurna. Meminta maaf memang menjadi adat yang disebut kesopanan di sini, tapi perlukah sampai begitu?

Michiru harus menahan dirinya untuk 'menculik' pemuda ini dan memberinya privat khusus meningkatkan kepercayaan diri. Keahlian yang tak perlu diragukan dimiliki Hanami muda yang selalu mengangkat dagu mengiringi langkah demi langkah menyambut musim semi dan kehidupan SMA bagai impian. Juga musim semi dalam hidupnya, yang didapatkannya dengan mengulurkan tangan penuh percaya diri dan merengkuh sosok malaikatnya di gerbang pada upacara penerimaan siswa baru tahun ini.

"Ayolah, kau hanya melakukan sedikit salah gerakan saja kok," melambaikan tangannya dengan santai sembari menggeleng ringan. "So, mari kita teruskan tradisi bertanding sumo sebelum tsukimi ini. Oh, i'm so exited!!" dengan daya pandang 2.0 yang dimiliki, segera mengedarkan pandangan ke sekeliling, mencari ranting dalam keremangan. Untuk menggambar lingkaran ring sumo, tentu.
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Tue Jan 04, 2011 1:12 am

Eh, sadar. Maksudnya, Tounomoto ini sudah kembali ke akal sehatnya. Langsung ia buru-buru minta maaf atas perbuatannya. Anehnya, jawaban laki-laki yang barusan mau mennyerangnya ini ketika ditanya alasan ia menyerang, adalah sama- sama tidak tahu. Ia tidak tahu kenapa ia berbuat begitu.

"W-Wah... Kalau Anda sendiri juga tidak tahu, agak berbahaya juga ya... @ernah konsultasi kepada dokter dan semacamnya?" Ia jadi khawatir- dengan dirinya bersama laki-laki ini terutama. Kedua, baru keadaan si laki-laki itu. Kalau yang pirang sepertinya malah antusias-antusias saja. Errrr... Agak mengkhawatirkan juga sih.

Tuh kan. Memang ada yang salah. Si pirang entah dari mana dan kenapa bisa, menganggap mereka lagi tanding sumo?

...

Jeda. Akhirnya dijatuhkannya kepalanya ke telapak tangannya, menumpu dahinya sendiri. Tuhan. Kenapa malam ini aneh sekali. Mau menanggapi bagaimana juga bingung.

"...Hanami-san? Kita tidak sedang main sumo. Anda tahu itu, kan?" Ucapnya akhirnya. Akio kembali menoleh kepada pemuda satunya lagi, "dan aku pikir alasannya harus dapat diketahui, karena menurutku... Bisa jadi berbahaya pada orang lain juga..."

Biarpun aneh, tapi bisa dibilang sikon seperti ini 'lucu' juga. Ada-ada saja.
Back to top Go down
View user profile
Tounomoto Kiya



-Number of posts : 110
-Age : 22
-Side : Negau
-Kelas : II-3, Dorm 210
-Registration date : 2010-01-27
-Deskripsi Fisik : rambut hitam sepanjang pundak yang (hampir) selalu diikat tali merah

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Tue Jan 11, 2011 6:53 am

...sumo...?

"Ng..., jadi barusan tadi... aku mengajak kalian... bersumo?" ujung kedua alis matanya bertemu di atas tulang hidung Tounomoto ketika kalimat itu diucapkannya. Wajar saja dia bingung. Memang itu salah satu bela diri yang ditekuninya, tapi kenapa tiba-tiba dia ingin mengajak mereka main sumo? Hasrat kerinduan yang mendadak timbul karena memang sudah lama memang dia tak bertanding sumo?

Penyangkalan Ishii bahwa mereka bukan sedang akan bersumo menegaskan kebingungannya. Konsultasi ke dokter? Memang kenapa?

....

OH! Jangan-jangan...?

"...aku...," dia menatap Hanami, lalu menatap Ishii, dan menghentikan pandangannya di mata Ishii, "...menyerangmu ya, Ishii-San?" tanyanya dengan nada sedih.

Dia jadi ingat kejadian waktu mereka berdua berkenalan dengan teman baru dari SD lain yang sama-sama sedang berdarmawisata di Fukuoka. Namun hanya beberapa menit kemudian teman barunya itu pergi sambil memegangi pipinya dan menangis, meninggalkannya dan Ouran begitu saja. Waktu itu Tounomoto pikir Ouran melakukan sesuatu pada anak itu saat Tounomoto sedang tak melihat. Ouran tertawa dan mengatakan hal yang tak dimengerti Tounomoto: "Pokoknya aku senang saat berkenalan denganmu dulu aku bilang 'halo', hehehe...."

Sudah lama Tounomoto memikirkannya, namun tak berani menarik kesimpulan. Sekarang, dia harus menerimanya. Dia tahu apa yang telah terjadi padanya dan sekarang waktunya untuk berhenti menyangkalnya.

Menarik nafas, sekali lagi Tounomoto membungkuk, lalu tegak kembali. "Di rumahku," dia memulai, "sejak umurku empat tahun, aku sudah dilatih ilmu bela diri dengan ketat berbentuk pertarungan nyata di dalam lingkungan rumahku. Setiap kali latihan akan dimulai, ayah atau pamanku akan mengatakan 'hajime'---" ugh, tahan, tahan Kiya, tahan dirimu, ini bukan dalam latihan, ini bukan dalam latihan, "---sebagai penanda mulainya. Karena selalu begitu setiap hari selama bertahun-tahun, kelihatannya... tanpa sadar tubuhku akan bereaksi setiap kali mendengar... kata itu."

Dia mengelus tengkuknya sendiri, memaksakan sebuah senyum, sekali lagi berkata, "Kebiasaan yang aneh, ya? Ehehehe...." Lalu diam sebelum mengucapkan kalimat terakhirnya. "Maaf ya, Ishii-San, Hanami-San. Kalau ingin membalasku, silakan saja, ya," tersenyum, Tounomoto membuka lebar kedua tangannya, melepas kesiagaan yang selama ini selalu dipasangnya, siap menerima pembalasan apapun dari Ishii atau Hanami atas perbuatannya.
Back to top Go down
View user profile
Hanami Michiru



-Number of posts : 104
-Age : 23
-Side : Yume
-Kelas : 2-3
-Registration date : 2009-12-16

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Sat Jan 15, 2011 12:13 am

Sang Hanami masih mengedarkan golden kembarnya dalam rangka mencari ranting untuk menggambar lingkaran ring sumo. Menyapu sekeliling yang masih tertembus sinar bulan keperakan hingga daerah yang remang tertutup bayangan pohon. Nihil. Sepertinya kita patut berterima kasih pada gardener yang membersihkan kebun sekolah, kebun asrama, dan juga Way of Heaven ini.

"Aku akan mencari sedikit ke sebelah sana. Wait me, kay?" menunjuk ke arah belakang pohon besar yang baginya mencurigakan. Jika pohonnya sebesar itu, pasti ada rating yang tertiup angin dan jatuh secara berkala, kan? Jadi itu incarannya. Dengan segera melangkahkan tungkai panjangnya ke balik batang pohon. Berbinar menemukan sebentuk ranting seukuran dua kali diameter pensil mekanik, tak persis, dengan bentuk berlekuk tak beraturan. Membungkuk untuk memungutnya dan sejurus kemudian kembali menampakkan binar wajahnya bagai anak kecil yang menemukan mainan itu dari balik sang pohon.

"Eureka!!(ketemu!!)" serunya bangga sambil mengacungkan sang ranting. Oh, semoga kedua teman yang hendak bersumo itu tak jatuh cinta pada calon wasit berkarisma ini. Tapi jika sampai terjadi, sang Hanami berjanji akan bertanggung jawab menerima semua perasaan mereka.

Dan--reaksi yang tidak terduga. Setidaknya itu yang terpikir di balik seraut wajah memucat Michi karena perkataan kedua temannya. Tak yakin pada pendengarannya sendiri dan mengulangi perlahan,"Tidak sedang bermain sumo? Tidak...jadi?"

Banjir kekecewaan melanda disela suara retak dari bayangan pertandingan, tetes peluh dan fundoshi berkibar yang terukir di benaknya. Apakah ada yang salah? Apakah seorang gyoji tak boleh memiliki rambut pirang dan pesona berkilau? Bukan salahnya kalau diri lebih berkilau dari para pemain yang akan berlaga, bukan? Jadi--kenapa?

Sunyi terpecahkan oleh sang judoka yang membuka suara setelah membungkuk dalam. Kata demi kata yang mengalir mengembalikan kilau seraut wajah sang Hanami yang memucat, hingga kembali segar seperti semula. Dan sinar mata melembut disertai senyum terpilin disela bibir sang bangsawan mawar.

"Maaf ya, Ishii-San, Hanami-San. Kalau ingin membalasku, silakan saja, ya,"

Michi tidak salah menilai. Budaya yang terpatri di relung hati tiap warga negeri ini memang mengagumkan. Kekuatan untuk mengakui kesalahan, keberanian untuk meminta maaf, dan kelapangan hati untuk menerima konsekuensi tergambar jelas di hadapan. Dan saat ini, sosok sang judoka yang menampakkan seraut wajah sedih di bawah bulan keperakan ini adalah yang terindah yang pernah dilihatnya.

Melangkah maju, meraih sebelah tangan sang judoka berhati cantik dan sebelah tangan sang pencetus acara Tsukimi. Menggenggam erat dan tak berniat untuk melepaskan. Merasakan tiap denyut dan ujung jemari yang digenggamnya, memaku dalam benaknya. Mendongak dan berucap penuh kepastian,"Ini adalah acara Tsukimi terbaik yang pernah kualami."

Semilir angin menerpa lembut, memainkan helai-helai pirangnya. Menyatu dengan senyum lembut yang terukir di wajahnya. Menikmati tiap detik penuh kecanggungan perkenalan, semangat muda yang menggebu dari sang judoka, kelembutan dari sang cantik yang penuh pengertian, semuanya menyatu di bawah sinar keperakan milik sang Pencipta. Yang seperti ini, tak akan terjadi dua kali. Selagi masih bisa, harus dinikmati bukan?

"Akicchi dan Kiyachhi, bulan malam ini indah bukan?"
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Thu Jan 20, 2011 12:41 am

Karena sudah terlalu aneh, ia jadi pening. Sambil menunduk, ia memegangi keningnya. Pertama, mulai dari jawaban Tounomoto-san ini yang menurutnya benar-benar... Apa ya. Tidak ada kata yang dapat bisa menjelaskannya dengan tepat.

"...aku....menyerangmu ya, Ishii-San?"

Menegakkan kembali kepalanya, menatap mata lawan bicaranya. Akio mengangkat bahunya sekilas sambil menjawab, "Yah. Begitulah."

Tounomoto-san sempat menceritakan sekilas tentang keadaannya, yang untuk informasi saja, tidak beda jauh dengan dirinya sewaktu kecil. Hanya saja baru kali ini ia dapati kasus seperti ini dimana anak yang dididik dengan cara seperti itu bisa memberikan reaksi seperti ini. Apa trauma? ...errr, seperrtinya masih kurang menjelaskan kalau memang benar begitu.,

"Maaf ya, Ishii-San, Hanami-San. Kalau ingin membalasku, silakan saja, ya,"

Oh, tidak perlu. Ia tidak tertarik untuk melakukan itu apalagi setelah mendengar alasan dari Tounomoto-san yang baginya, masih sulit diterima. Akio memilih untuk tidak menggubris tawaran Tounomoto-san.

Pemuda satunya lagi.

"Aku akan mencari sedikit ke sebelah sana. Wait me, kay?" lalu, "Eureka!!(ketemu!!)" lalu, "Tidak sedang bermain sumo? Tidak...jadi?" lalu, "Ini adalah acara Tsukimi terbaik yang pernah kualami."

Oke. Ia benar-benar harus disadarkan dari dunianya itu. Akio berjalan menghadap ke arah si pirang, begitu dekat agar bisa dipastikan tangannya bisa menggapai pipinya.

PLAKK!

Tangannya melayang ke pipi sosok di hadapannya, menimbulkan suara yang lumayan agak keras. Sambil berharap tindakan yang dilakukannya ini benar-benar tepat dan ampuh dapat menyadarkannya, Akio menunggu reaksi orang di hadapannya setelah menerima tamparan-demi-kebaikannya itu.
Back to top Go down
View user profile
Tounomoto Kiya



-Number of posts : 110
-Age : 22
-Side : Negau
-Kelas : II-3, Dorm 210
-Registration date : 2010-01-27
-Deskripsi Fisik : rambut hitam sepanjang pundak yang (hampir) selalu diikat tali merah

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Wed Feb 02, 2011 8:59 am

Bengong.

Itu yang terjadi pada Tounomoto saat ini.

Hanami tidak membalasnya, malah menggenggam tangannya setelah mengatakan bahwa ini adalah tsukimi terbaik yang pernah ia lakukan. Ishii juga tidak membalasnya, malah menampar Hanami tanpa mengatakan apa-apa.

...tidak mengerti.

"Eh? Kenapa kau menamparnya, Ishii-San?" Tounomoto menoleh ke arah Hanami setelah menanyakan itu pada Ishii, "Kau tidak apa-apa, Hanami-San?" dia ganti bertanya pada Hanami, mengkhawatirkan pipinya yang berubah warna kemerahan.

Memangnya tadi terjadi hal lain selain tindakan anehnya, ya? Atau Hanami mengucapkan kata-kata yang tidak pantas menurut Ishii?

...benar-benar tidak mengerti.

Sekali lagi Tounomoto menoleh ke Ishii, "Ishii-San, apa kau ada masalah dengan Hanami-San?" lalu ke arah Hanami sekali lagi, "Kalian ingin menyelesaikan hal ini berdua saja?" tawarnya, siap mundur untuk memberi ruang bagi mereka berdua.

Penyelesaian ala laki-laki mungkin yang terbaik untuk mereka karena toh Ishii sudah memulainya lebih dulu. Dan Tounomoto juga tak mungkin menengahi sesuatu yang tak ia mengerti. Makanya, mungkin lebih baik biarkan mereka bertarung sampai puas.
Back to top Go down
View user profile
Hanami Michiru



-Number of posts : 104
-Age : 23
-Side : Yume
-Kelas : 2-3
-Registration date : 2009-12-16

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Thu Feb 03, 2011 12:02 pm

PLAKK!!

Suara yang memecah kesunyian yang melingkupi tiga insan yang sedang ber-tsukimi itu mengiringi denyut nyeri dan panas yang dirasakan di pipi. Jika diabadikan dalam gerakan slow motion, gerakan tangan berjari ramping dan gerakan wajahnya yang terdorong ke samping setelah benturan yang terjadi dengan kontak tak lebih dari 0,5 detik pasti akan terlihat sangat mengharukan. Benra, ia ditampar.

"Ke-kenapa, Akio-ssi?" sepasang golden membulat menatap sang pemilik tangan. Apakah ia baru saja menerima tamparan selamat datang ala tsukimi Jepang? Jadi, jadi...tsukimi itu tak diawali dengan pertandingan sumo melainkan saling menampar? Duh, gawat kalau begitu. Akan cukup membutuhkan ketabahan bagi sang hanami untuk mendaratkan tangan pada pipi-pipi mulus kedua sosok cantik ini.

"Ya, tidak apa-apa. Perlu yang kiri juga?" dengan sukarela menelengkan wajah demi memasang pipi kirinya dalam jangkauan tangan sang pemuda pencetus tsukimi ini. Mereka masih berada di bawah cahaya keperkana yang sama. Dan melakukan tradisi asli adalah suatu kebanggaan bagi pemilik marga hanami yang ternyata masih sangat awam mengenai tradisi budaya yang dikagumi. Meski bagaimanapun akan tetap dimaafkan karena ia tampan.

Oh, ketampanan adalah dosa.
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Thu Feb 24, 2011 10:00 pm

Akio menunggu respon. Respon apa yang akan diberikan orang yang baru saja ia tampar. Semoga ia 'tersadar'.

"Eh? Kenapa kau menamparnya, Ishii-san?"

"Errr itu..." matanya dicobanya dialihkan ke Tounomoto, untuk menjawab kebingungannya. "...untuk membuatnya t-tersadar...?" Sebenarnya, Akio juga bingung.

"Ke-kenapa, Akio-ssi?"

Oh, ia mulai merespon. Segera ia membalikkan pandangannya ke arah laki-laki pemilik helai pirang ini. Semoga seperti yang ia harapkan, pemuda ini tersadar dari segala ketidak masuk akalannya. Dari imajinasinya. Atau apapunlah. Jadi...?

"Ya, tidak apa-apa. Perlu yang kiri juga?"

Seketika dibenamkannya wajahnya ke telapak tangannya. Gagal. Total. Sia-sia. Demi apapun, ada apa dengan pemuda ini ya Tuhan? Akio membalikkan badannya, menarik nafas dalam-dalam, mencoba menghirup udara segar malam ini, supaya ia bisa lebih tenang dan menghadapi kenyataan kalau sebenarnya, pemuda ini baik-baik saja. Ya. 'Baik-baik saja'nya seperti ini.

"Ishii-San, apa kau ada masalah dengan Hanami-San?" "Kalian ingin menyelesaikan hal ini berdua saja?"

"Tounomoto-san," nada bicaranya direndahkan sedikit untuk menunjukan keseriusan di dalamnya. "Kumohon, kau satu-satunya harapan. Kau tidak merasa janggal dengan semua ini?" Akio melirik ke arah Hanami-san, "Kenapa pemuda itu bisa mengira kita sedang... sedang main sumo?" pertanyaan itu dibisikkannya ke pemuda berpedang itu.

Apa sudah saatnya bagi mereka untuk tidur, ya? Mungkin... mungkin sebenarnya Akio-lah yang butuh ditampar untuk balik ke kenyataan. Mimpi yang aneh.
Back to top Go down
View user profile
Tounomoto Kiya



-Number of posts : 110
-Age : 22
-Side : Negau
-Kelas : II-3, Dorm 210
-Registration date : 2010-01-27
-Deskripsi Fisik : rambut hitam sepanjang pundak yang (hampir) selalu diikat tali merah

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Wed Mar 02, 2011 10:29 am

....

...hah?

Tounomoto menatap Hanami beberapa lama setelah mendengar Ishii. Be-begitu, ya? Kelihatannya dari tadi Hanami salah paham dengan apa yang sedang terjadi saat ini di antara mereka bertiga.

...bisa, ya? Orang yang... ajaib.

Jadinya Tounomoto tersenyum seraya melipat lengannya, berpikir sebaiknya menerangkan pada Hanami dengan cara apa agar dia mengerti bahwa Tounomoto tadi hampir memulai perkelahian, Ishii hampir jadi korban pemukulan, dan Hanami sendiri... salah mengerti semua itu.

Tapi melihat Hanami yang tetap tersenyum-senyum meski telah melalui segala kejadian itu, yang dirasa Tounomoto malah anak berambut pirang ini agak mirip dengan... dia. Selalu tersenyum melewati segala hal dan tak pernah menganggap semuanya serius. Mungkin mereka memang setipe, ya?

...jadi rindu....

Mengangkat tangan kirinya dan meletakkannya ke pundak Ishii, Tounomoto berbisik, "Sudahlah, tak usah dipikirkan, kelihatannya dia sedang senang, kan? Toh dia tak berbuat sesuatu yang merugikan, bagaimana kalau kita biarkan saja dia seperti itu?" ke telinga Ishii sambil tetap tersenyum.

"Ah, ya, seperti yang kau katakan tadi Hanami-San, malam ini bulannya sangat indah."

Sebenarnya Tounomoto jadi lega. Tak ada di antara mereka berdua yang mempermasalahkan keanehannya tadi. Mungkin bukan tidak tapi belum, namun untuk sekarang Tounomoto masih bisa merasa lega.
Back to top Go down
View user profile
Hanami Michiru



-Number of posts : 104
-Age : 23
-Side : Yume
-Kelas : 2-3
-Registration date : 2009-12-16

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Sun Mar 13, 2011 5:24 am

Masih menunggu untuk mendapatkan tamparan di pipi kiri sementara si cantik yang baru saja mengajarinya tradisi menampar justru membenamkan wajahnya ke tangan berjemari lentik itu.

Lho?

"Apa..caraku menerima tamparan salah?" mengedipkan sepasang iris goldennya dalam ketakmengertian. Pada seorang lagi yaitu sang judoka, yang pastinya lebih mengerti tata cara yang benar. Alasan yang menjadi penyebab satu orang lagi membenamkan wajah dengan frustasi. Syngguh Michiru, ini lagi-lagi salahmu. Seharusnya lebih teliti lagi mempelajari budaya Tsukimi sampai cara menerima tamparan yang benar. Tak benar kalau sampai harus menerima pemakluman lagi dari kedua sosok teman yang dipertemukan oleh takdir untuk menikmati bersama.

Seharusnya Akio memarahinya saja alih-alih mencoba menahan diri begitu. Duh, pesona penyandang marga Hanami ini memang sudah di luar batas. Kalau sampai mebuat orang lain susah, apalagi namanya?

Sejauh ini, hal itulah yang dimengerti olehnya. Bahwa pesona kadang-kadang bisa menjadi pedang bermata dua.

Karena itu ia harus bertanggung jawab. Pesona dan ketampanan miliknya akan direndahkannya demi kedua teman takdir ini. Menekuk lututnya hingga dalam posisi berjongkok, meletakkan lutut kanan dan tangan kanan di tanah, persis seperti posisi ninja yang tengah menyembah tuannya.

"Akicchi, Kiyacchi, hontouni gomennasai!" membungkukkan kepala pada kedua sosok yang berbisik, namoak mendiskusikan sesuatu yang ia yakin adalah bagaimana memberitahunya cara menerima tamparan yang benar dalm adat Tsukimi ala Jepang asli.

Ah, ya, seperti yang kau katakan tadi Hanami-San, malam ini bulannya sangat indah."

TING!

Bagaikan hembusan angin musim semi, suara sang judoka mencapai bilik pendengarannya. Menyegarkan perasaan yang berubah menjadi senyum pada kepala yang telah tegak kembali. Sungguh baik hatinya mereka melupakan kesalahannya begitu saja. Memaafkan dirinya dengan mudahnya.

Sebenarnya sampai batas mana dirinya akan dimaklumi karena pesona dan ketampanan yang dimiliki?

"Jadi..aku tetap boleh menikmati Tsukimi bersama kalian?" sudut matanya sampai berkeringat saking terharunya. Menatap keduanya bergantian.

Bulan di atas sana menjadi saksi sumpah bisunya untuk mengingat hari ini dalam hati.
Back to top Go down
View user profile
Ishii Akio



-Number of posts : 538
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : I-1
-Registration date : 2010-08-17
-Deskripsi Fisik : rambut hitam legam, warna mata hitam. Warna kulit, putih wjr, ga pucet. tsurime eyed. no double eyelid

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Mon Mar 14, 2011 8:48 am

Temannya yang mengatakan kalau dirinya itu selalu menanggapi hampir semua hal dengan serius itu ada benarnya. Omongan temannya itu terbukti pada malam ini, ketika Tounomoto-san membisikkan apa yang dipikirkannya mengenai apa yang sedang berlangsung.

"Sudahlah, tak usah dipikirkan, kelihatannya dia sedang senang, kan? Toh dia tak berbuat sesuatu yang merugikan, bagaimana kalau kita biarkan saja dia seperti itu?"

Kata-kata itu membuatnya tertegun sejenak, karena ucapannya ada benarnya juga dan sukses 'menyentil' dirinya yang terlalu kaku itu. Tubuhnya mematung selama beberapa sekon sampai akhirnya ia menghembuskan nafas lega. Dalam hati, ia sedang menertawai dirinya sendiri. Pandangannya kini tertuju pada kedua laki-laki lainnya.

"Apa..caraku menerima tamparan salah? Akicchi, Kiyacchi, hontouni gomennasai!"

"Ah, ya, seperti yang kau katakan tadi Hanami-San, malam ini bulannya sangat indah."

'Hmpf. Memalukan,', ia mendapati dirinya mengusap dahinya, '..diriku ini memang harus diajarkan oleh orang lain tentang cara menikmati hidup,' ia menggelengkan kepalanya, mengakhiri urusan membenahi pemikirannya sendiri. Akio berjalan mendekat bergabung dengan kedua teman barunya ini, di mana langkahnya kini terasa lebih enteng.

"Jadi..aku tetap boleh menikmati Tsukimi bersama kalian?"


"..Tentu saja, Hanami-san, tentu," ujung bibirnya membentuk cekungan ke atas, dan nada bicaranya pun jauh lebih leluasa dan ringan. Akio menengadah ke atas, menghadap cahaya pucat rembulan. Tertegun beberapa saat, Akio membisikkan sepenggal kalimat.

"Thanks, Tounomoto-san. Hanami-san."

Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Tounomoto Kiya



-Number of posts : 110
-Age : 22
-Side : Negau
-Kelas : II-3, Dorm 210
-Registration date : 2010-01-27
-Deskripsi Fisik : rambut hitam sepanjang pundak yang (hampir) selalu diikat tali merah

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Thu Mar 17, 2011 6:28 am

"Terima kasih? Ahaha, jangan pada diriku, Ishii-San," Tounomoto mendongak pada bulan yang selayaknya lingkaran perak malaikat, "berterima kasihlah pada sang rembulan yang sudah mau bersinar lembut pada kita malam ini, hingga mengijinkan kita bertiga bertemu. Iya kan?"

Ah, tiba-tiba Tounomoto jadi terdengar puitis sekali. Kelihatannya terbawa oleh Hanami. Hahaha, dasar.

Dia membungkuk pada mereka berdua, "Terima kasih telah bersedia menemaniku menikmati bulan malam ini," ujarnya sebelum bangkit tegak kembali.

Sama seperti Hanami dan Ishii, Tounomoto pun ikut hanyut dalam perasaannya seraya memandangi kelereng putih bulan dengan cahaya jernihnya yang melayang di antara taburan debu keperakan bintang di atas beludru hitam langit.

Malam yang sangat menyenangkan dan ajaib ini, sudah pasti akan terukir selamanya dalam hati Tounomoto.




Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Tsukimi [END]   Today at 1:40 pm

Back to top Go down
 
Tsukimi [END]
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Shiroi Gakuin :: Way of Heaven-
Jump to: