Shiroi Gakuin


 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Muetsugu Shaka

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Muetsugu Shaka



-Number of posts : 16
-Age : 23
-Side : Yume
-Kelas : III
-Registration date : 2010-09-11
-Deskripsi Fisik : #Berambut coklat ||#Bola mata hijau giok ||#Bibir tipis ||#Bentuk badan jangkung atletis ||#Memakai kacamata di saat belajar maupun membaca buku

Character sheet
Chip:
Status:
Pet/Master's name:

PostSubject: Muetsugu Shaka   Sat Sep 11, 2010 6:44 am

Nama:
Muetsugu Shaka

Nickname:
Shaka, Miiro [di kalangan rekan kerja dan juga nick sebagai Seiyuu]

Birthday:
23 Februari 1993

Age:
17

Class:
III

Side:
Yume

Clubs:
-

Ciri fisik:
#Berambut coklat
#Bola mata hijau giok
#Bibir tipis
#Bentuk badan jangkung atletis
#Memakai kacamata di saat belajar maupun membaca buku

H/W:
1.84 m/ 80 kg

Bloodtype:
A

Likes:
#Buku
#Jagung
#Suasana saat bekerja
#Orang yang bisa diajak bekerja sama

Dislikes:
#Kuil
#Suasana bising
#Orang yang suka berkhayal

Hobby:
#Baca buku
#Menghabiskan malam di Jazz Bar
#Memainkan gitar akustiknya di saat senggang

Bahasa yang dikuasai:
#Jepang
#Inggris


Kelebihan:
#Suaranya yang lembut dan penuh [namun dalam bekerja tentu bisa dirubah sesuai karakter]
#Kungfu [meskipun jarang ia keluarkan kalau tak benar benar butuh]


Kekurangan:
#Atheis

Kewarganegaraan:
Jepang

Ras:
Mongoloid

+Tentang Chara+
Fisik


Berambut pendek berwarna coklat, berbola mata hijau giok, dan berkulit putih layaknya Asia. Yang paling menonjol darinya adalah suaranya yang lembut, namun penuh, meskipun saat bekerja, suaranya bisa berubah ubah sesuai karakter yang dipinta. Suaranya aslinya khas, dan penggemarnya bisa langsung mengetahui kalau itu adalah suara Miiro, kalau mendengar anime ataupun drama cd yang ia bawakan.

Selain suara, yang menonjol darinya juga adalah tubuhnya yang tinggi dan juga berisi, meskipun sejujurnya, ia jarang sekali terlihat di gym untuk membentuk otot. Bentuk tubuhnya ia dapatkan karena setiap pagi di halaman belakang dormnya, ia sering melakukan pemanasan sendiri, sekaligus berlatih pernafasan. Selain untuk fisik, kedua hal ini juga penting untuk mental Shaka. Membuatnya bisa selalu bersabar, dan bisa mengendalikan suasana di saat terdesak.

Sifat

Ramah dan murah senyum. Tipikal orang yang bisa kau ajak bicara berlama lama tanpa bosan, karena ia pasti akan selalu menyahut dan menanggapi dengan baik, meskipun saat itu ia sedang melakukan hal lainnya. Shaka juga termasuk orang yang penyabar, dan tak terlalu menyukai kekerasan. Meskipun ia bisa beladiri, namun ia lebih memilih untuk diam dan tak membalas. Berusaha mencegah, kalau bisa, daripada membalas balik dengan pukulan. Bisa dibilang, Shaka tak terlalu ambil pusing kalau dirinya yang kena hajar. Namun, masalahnya berbeda kalau yang dihajar atau dikasari adalah orang yang ia sayangi. Ia bisa menghajar mereka, bahkan tanpa basa basi lagi. Ia hanya lebih memilih dirinya yang luka, daripada orang lain.

Meski tetap saja, Shaka tetap berusaha untuk tak menggunakan beladirinya, kecuali di saat saat seperti tadi.

Kehidupannya sebagai Seiyuu yang cukup sukses dan memiliki uang lebih, tak membuatnya sombong dan menggunakan uang tersebut sendiri. Ia biasa menyumbang di beberapa panti asuhan setiap tahun, dan juga tak ragu ragu untuk meminjamkan uangnya pada kawannya yang membutuhkan. Namun, meskipun Shaka nampak begitu baik seperti ini, ia tak pernah berusaha untuk melakukan hal yang namanya 'memaafkan dan memberi kesempatan yang kedua' pada orang-orang yang sudah menyusahkannya, hingga berdampak merugikannya. Di titik ini, ia bisa marah, dan bisa melakukan hal-hal yang kalian kira takkan bisa dilakukan seorang Shaka. Lebih kurang seperti itu.

Shaka menyukai ketenangan, dan ia tak terlalu suka berada di tempat tempat yang bising, meskipun wajahnya tetap tersenyum, namun ia memutuskan untuk lebih baik pergi dari sana, karena tempat itu membuatnya tak nyaman.

Sikap di sekolah

Termasuk murid yang pintar dan rajin. Ia selalu menyukai belajar, dan bahkan ia bisa belajar di dalam Studio, ataupun di dalam kereta, dan bis. Di mana saja, asal ia tak kehilangan waktunya untuk belajar. Ia tahu benar kalau ia sering sibuk setiap lulus casting pada drama cd baru. Karena itu, ia selalu berusaha menggunakan waktu sebaik baiknya. Ia selalu berusaha untuk tidak bolos sekolah, meski kadang suka lelah sendiri karena harus belajar di saat yang sama dengan ia membaca baca sebuntal skrip baru.

+Background Chara+

Dibesarkan di lingkungan kuil Buddha dengan adat dan juga kepercayaan yang kuat. Shaka dan juga adik laki-lakinya, Mitsuo, sudah ditelantarkan sejak kecil. Mereka berdua ditinggal begitu saja di sebuah kuil tua, pada saat malam perayaan tahun baru. Mereka berdua pun dirawat oleh pemilik dan juga pendeta kuil di sana, bernama You. You mengajarkan macam macam pada mereka, tentang kuil dan lainnya. Tak luput pula ia mengajarkan mereka tentang Buddha. Shaka kecil tertarik pada Buddha, dan memutuskan untuk mendalaminya. Dan di sana, meskipun tanpa lingkungan sekitar yang mendukung -karena masyarakat di sana tak terlalu menganggap adanya suatu agama-, Shaka memutuskan untuk menjadi hamba Buddha yang taat. Namun lalu ia mulai dipaksa melihat sisi lain dari sebuah kuil, dan You, orang yang merawatnya.

Saat itu Shaka masih berumur 8 tahun, dan ia mulai ditugasi You untuk membawa barang-barang ke beberapa orang yang suka berdoa ke kuil mereka. Orang-orang itu sering bicara dengan You sebelum pulang, dan memberi You uang. Shaka selalu membawakan barang barang terbungkus plastik tersebut dengan riang, tanpa ia mengetahui kalau isi bungkusan tersebut adalah Marijuana kering. You memperdagangkan narkoba, dan Shaka yang dipekerjakan sebagai kurir.

Sering bepergian sebagai kurir, membuatnya jarang berada di rumah. Ia selalu mengira semuanya berjalan baik baik saja di rumah, hingga suatu hari, di saat umurnya 11 tahun, Shaka melihat Mitsuo diperkosa You di depan altar patung Buddha. Ternyata You sering melakukan hal tersebut pada Mitsuo, dengan dalih kalau Mitsuo 'kotor' , dan harus 'dibersihkan' di depan Buddha. Hal itu ia dengar dari mulut You sendiri, dan di sana, Shaka mulai merasa kalau mereka dibodohi. Ia merasa ini salah, meskipun ia sama sekali tak pernah diajari kalau melakukan perbuatan seperti itu dilarang oleh Buddha.

Meski demikian, Shaka masih bertahan di sana, karena ia juga merasa tak mampu untuk pergi dari You, dan kuilnya. Hingga saat ia baru kembali dari mengantarkan Narkoba, ia terkejut mendapati You yang sudah mati dengan tembakan di dahinya, dan Mitsuo yang sekarat karena sekitar jantungnya yang tertembak. Salah satu pembeli yang berhutang tak mau membayar, dan mencoba untuk membunuh yang ada di kuil tersebut. You memang mati, namun Mitsuo tidak.

Shaka membawa Mitsuo ke rumah sakit, dibantu dengan beberapa orang yang saat itu kaget melihat Shaka yang membawa adiknya yang berdarah darah ke jalanan, mencoba pergi sendiri ke rumah sakit. Namun luka Mitsuo tak ringan, da harus pendapatkan perawatan intensif setelah dioperasi. Sambil tak lepas lepasnya berdoa, Shaka mencari jalan untuk mendapatkan uang. Segala hal ia lakukan, mulai dari menjadi pengangkut krat krat cola, pengamen, sampai jadi pencopet. Semuanya hanya untuk makan dan membiayai Mitsuo. Ia tak tahu di mana You menyimpan uang, karena itu, ia tak bisa menggunakan uang tersebut.

Suaranya didengar saat menjadi pengamen, oleh seseorang yang mengaku sebagai produser salah satu agensi artis terkenal. Ia menawari Shaka untuk menjadi seorang penyanyi. Katanya, uangnya banyak, dan bisa untuk makan, juga untuk biaya rumah sakit Mitsuo. Shaka yang merasa doanya terkabul, mengiyakan ajakan tersebut, dan mulailah ia menyanyi, dan terus menyanyi tak kenal lelah. Latihan dan rekaman setiap hari, hingga satu mini albumnya keluar, dan sukses di pasaran. Tapi perjanjian mereka ternyata hanya akal akalan si produser tersebut. Shaka tak pernah menerima sepeserpun uang dari hasil penjualan mini album tersebut. Saat meminta uang, Shaka malah dimaki dan diomeli habis habisan olehnya. Lunglai, Shaka hanya bisa menerima, karena ia memang tak mengerti apa apa tentang kontrak atau apapun itu. Masih berdoa pada Buddha, namun seakan tak didengar, Mitsuo meninggal, karena Shaka tak mampu membayar rumah sakit untuk memberi pengobatan yang sepatutnya.

Di sana, Shaka mulai kehilangan kepercayaannya pada Buddha.

Ia masih terus bekerja seperti binatang suara pada agensi tersebut, saat kemudian seorang lain yang berprofesi sebagai produser Voice Actor mendengar suara Shaka, dan memutuskan untuk membelinya, agar mau mengisi suara game yang saat itu sedang dalam tahap pembuatan. Tentu agensi tersebut tak rela menjual Shaka, namun setelah diberikan harga yang tinggi, Shaka pun didapatkan si produser. Ternyata, bukan tanpa alasan lain si Produser itu mau susah susah membeli Shaka. ia telah mendengar tentang masalah Shaka dan juga kelakuan si pemilik agensi tersebut, dan memutuskan untuk menolong Shaka.

Shaka pun tinggal dengannya, dan dipromosikan sebagai pendatang baru di dunia Voice actor--seiyuu. Game tersebut adalah debut pertamanya, dan sukses. Namun meski hidup telah berputar, Shaka tetap kehilangan kepercayaanya pada Buddha, dan juga membuatnya berpandangan tentang hitam putihnya dunia, yang telah ia kecap.

Produser tersebut kemudian menjadi wali tetap Shaka, dan menyekolahkannya di Shiroi Gakuin, agar Shaka tetap ingat pada ilmu.

Back to top Go down
View user profile
 
Muetsugu Shaka
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» SHAKA ZULU TRAINING ZULUS
» Shaka Zulu's Brutality Was Exaggerated, Says New Book
» Shaka Zulu TV mini series
» Intombe Drift
» Zulu Shield

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Shiroi Gakuin :: Archives :: Characters Profile-
Jump to: