Shiroi Gakuin


 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Ichitohjou Kannon

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Ichitohjou Kannon



-Number of posts : 352
-Age : 23
-Side : Negau [Dorm no. 217]
-Kelas : II-2
-Registration date : 2010-08-18
-Deskripsi Fisik : Rambut coklat tua agak panjang || Bola mata scarlet || Tubuh besar dengan massa otot yang ideal || Juga bekas luka jahitan yang menganga di leher kanannya|| Suara yang serak dan dalam, sedikit banyak seperti godzilla || Dasi yang selalu diselempangkan

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: Ga keberatan. Asal ga harus diberi makan

PostSubject: Ichitohjou Kannon   Sat Sep 04, 2010 11:45 pm

++++++++++

Nama:
Ichitohjou Kannon

Nickname:
Kannon

Birthday:
08 November 1993

Age:
16

Class:
II

Side:
Negau

Clubs:
- [tak tertarik]

Ciri fisik:
+Wajah Asia -Jepang- , meskipun bentuk tubuhnya bisa dibilang tak sekecil orang Asia.
+Rambut coklat tua agak panjang
+Bola mata scarlet
+Kulit putih kecoklatan
+Tubuh atletis, dengan massa otot yang ideal.


H/W:
1.8 meter/ 78 kg [di sekolah ini banyak yang jauh lebih tinggi]

Bloodtype:
AB

Likes:
+Rokok
+Harmonikanya.


Dislikes:
+Segala hal yang menyusahkan dirinya
+Lehernya dipegang
+Ada yang bicara padanya dengan bahasa Inggris


Hobby:
+Tidur
+Merokok


Bahasa yang dikuasai:
+Jepang
+Perancis


Kelebihan:
+Tanpa aliran bela diri khusus, namun sangat bisa diandalkan dalam baku hantam
+Tak begitu menyukai balapan, tapi juga bisa diandalkan dalam balapan motor, maupun mobil
+Bisa bermain Harmonika
+Bisa tidur dalam waktu berjam jam tanpa perduli di mana, ada apa, dan kapan.


Kekurangan:
[Terlalu banyak sebenarnya]+Cenderung tak bisa mengontrol emosinya, jika sudah mulai terpancing [namun sebisa mungkin sabar. Meski lebih sering tak bisanya].
+Bahasa Inggrisnya jelek


Kewarganegaraan:
Jepang

Ras:
Mongoloid

+Tentang Chara+

Fisik


Tinggi dan bentuk badannya memang tergolong lumayan besar, meskipun masih dalam artian proporsional. Rambutnya lumayan panjang, berwarna coklat gelap, dan berbola mata scarlet. Merah yang teramat merah. Di lehernya, terdapat bekas luka, yang diberikan oleh sang nenek saat ia berumur 5 tahun, akibat kemarahannya pada pada ibu Kannon, yang dilampiaskan padanya.

Jika kalian bicara dengannya, kalian akan mendengar suaranya yang serak, dan agak dalam, apalagi saat baru bangun tidur, sudah seperti mendengar Godzilla saja!

Sikap di sekolah
Dari seluruh mata pelajaran, Kannon paling lemah dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Di Prancis dulu pun, teman temannya banyak yang minus di mata pelajaran tersebut. Jika ada yang bicara dalam bahasa inggris padanya, Kannon bisa mengerti, namun tak bisa membalasnya. Karena itu, kadang ia seringkali berlaku konyol dengan menjawab soal soal bahasa inggris yang essay, dengan bahasa jepang, atau prancis --tapi jawabannya benar-- Selain Bahasa Inggris, Kannon masih bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Tentu saja, bekas rehab dahulu sama sekali tak mengganggunya dalam belajar, hanya dalam kehidupan sosialnya.

Waktu jam istirahatnya, biasanya ia gunakan untuk merokok di atap, ataupun di halaman belakang sekolah. Kadang kalau dalam keadaan benar benar bosan, Kannon suka membolos ke UKS, ataupun ke atap, pada saat jam pelajaran, terutama Bahasa Inggris. Karena ia risih kalau harus ditanya tanya dalam bahasa Inggris, dan itu memalukan untuknya karena nyaris selalu tak bisa menjawab.

Sifat
Pada dasarnya, Kannon memang tak bisa mengontrol emosinya dengan baik. Meskipun sudah menjalani rehab selama lima tahun, hal hal selanjutnya yang terjadi dalam hidupnya, telah mengembalikan emosi labil dalam dirinya. Kannon remaja, memang tetap selalu mencoba bersabar jika ada yang tak menyenangkan di hatinya. Namun lebih banyak saat saat di mana ia tak bisa menahan emosinya tersebut, dan berakhir dengan korban. Entah dari pihak yang mencari masalah dengannya, ataupun dari dirinya sendiri. Pernah sekali waktu, Kannon mencakar bekas luka jahitan di lehernya keras keras, karena kesal pada dirinya yang tak bisa mengontrol emosi. Saat itu, saat orang yang dicintainya meninggal. Cakarannya yang keras keras, membuat luka jahit tersebut menganga, dan berdarah parah. Namun meski sakit, ia merasa tubuhnya bisa berhenti marah saat itu, sejalan dengan darah yang mengalir dari bekas lukanya. Kejadian itu, membuat bekas jahitan di leher Kannon yang harusnya tertutup, menjadi nampak menganga.

+Background Chara+
Pada dasarnya, dahulu Kannon adalah anak yang baik baik saja. Meskipun ibunya sudah meninggal saat ia berumur 3 tahun, tapi itu tak terlalu merubah Kannon. Ia tetap senang bermain seperti anak anak pada umumnya, ataupun mencoreti kanvas kosong milik ayahnya yang bekerja sebagai pelukis yang sukses. Tapi masalah datang dari sang nenek. Sedari awal, neneknya tak pernah merestui hubungan ayahnya dengan ibunya, karena nenek sudah punya calon tersendiri untuk ayahnya, dan ia yakin betul dengan si calon. Kesal, dan benar benar tak suka dengan hubungan mereka berdua, hingga rasa kesalnya itu pun seringkali dilampiaskan pada Kannon. Ia kerap menyakiti Kannon, baik verbal maupun fisik. Hingga saat ibu Kannon meninggal karena kecelakaan, neneknya merasa kalau ia bisa memberikan calon yang sama pada anak laki lakinya itu. Tapi yang ia dapat, justru penolakan tegas dari ayah Kannon. Benar benar tak terima, nenek pun kembali melampiaskan kemarahannya.

Saat itu, saat Kannon berumur 5 tahun. Ia membawakan teh dan juga buah buahan untuk sang nenek yang pasca pertengkaran itu, tak pernah mau lagi keluar dari kamar. Sebenarnya, ayahnya sudah melarang Kannon untuk memasuki kamar neneknya, tapi pada dasarnya, Kannon pun tak benci pada si nenek, meskipun apa yang sudah nenek lakukan padanya. Menurutnya, membawakan makan saja tak ada salahnya. Jadi dengan tanpa berprasangka apapun, Kannon pun membawakan teh dan buah buahan tersebut ke dalam kamar. Melihat Kannon masuk, neneknya teringat kembali akan semua kekesalannya pada ibu Kannon. Ditamparnya pipi anak kecil itu tiba tiba, menepak teko tehnya, hingga mengguyur dada Kannon, dan puncaknya, nenek mengambil pisau, dan menggorok leher Kannon.

Tangisan dan jeritan Kannon didengar ayahnya yang sedang melukis. Segera saja ia masuk ke kamar, dan amatlah terkejut mendapati darah di mana mana dan ibunya sendiri sedang menggorok cucunya. Segera ia menyelamatkan Kannon, dan menyuruh pelayan yang lain untuk menenangkan ibunya. Kannon dibawa ke rumah sakit, dan meskipun sempat kritis, tapi berhasil selamat. Kejadian itu merubah Kannon sepenuhnya. Ia yang tadinya ceria, berubah menjadi pendiam, dan lebih sering menyendiri. Sekeluarnya dari rumah sakit dan bersekolah pun, ia menjadi anak yang sulit, dan benar benar badung, sampai akhirnya dikeluarkan. Prihatin dengan keadaan Kannon, ayahnya membawa Kannon ikut dengannya ke Prancis, untuk menjalani rehab, sekaligus agar Kannon melihat suasana lain selain Jepang, agar bisa membantu masa rehabilitasinya. Karena kebetulan saat itu ayahnya juga sedang ada pameran di Prancis, negara itupun dipilih.

Umur 15, Kannon kembali ke Jepang tanpa ayahnya --ayahnya masih ada kesibukan di Prancis-- dan tinggal di rumah Kurumi, adik perempuan dari ayahnya. Di rumah inilah ia mengenal Sayaka, anak dari tantenya, yang seumuran dengannya. Mereka pun saling mencintai, dan sampai tak terhitung lagi banyaknya mereka melakukan hal hal di luar batas--semasanya di Prancis dulu, sudah biasa kalau kawan kawannya ada yang melakukan hal hal seperti demikian, meskipun tak sampai terang terangan-- Lama kelamaan, Kurumi mencium ada hubungan lain di antara Kannon dan Sayaka. Dan benar, dipergoki lah keponakannya untuk sedang bercinta dengan anaknya. Marah, tentu saja. Kurumi murka dengan Kannon di sana, dan mengusir Kannon saat itu juga. Sedih dan marah, tapi tak bisa melakukan apapun, Kannon pun pergi dari sana, dan menyewa mansion sebagai tempat tinggal.

Sebulan berlalu, saat ia mendapat telepon dari Kurumi, yang mengatakan kalau Sayaka sedang sekarat di rumah sakit, karena usahanya untuk bunuh diri, lompat dari lantai lima sekolahnya. Katanya, Sayaka selalu memanggil manggil nama Kannon dalam keadaan yang menyedihkan, antara hidup dan mati. Kurumi sudah tak tega lagi melihat keadaan Sayaka yang seperti itu, dan menyuruh Kannon untuk datang, hingga Sayaka bisa pergi dengan tenang. Tak mau, tentu saja. Jika dengan kedatangannya membuat Sayaka benar benar pergi dari dunia. Tapi ia juga tak ada pilihan lain, dan akhirnya, ia pun datang. Seperti yang sudah diharapkan, tepat saat Sayaka melihat wajah Kannon, beban yang menahan kematiannya seakan terbang, dan ia senang, tersenyum, sebelum nafasnya tercabut sepenuhnya.

Dirinya yang sudah pulih kembali, lagi lagi tergores hatinya karena kepergian Sayaka. Meskipun Kurumi meminta maaf padanya atas sikapnya dulu, tetap tak mengurangi sedikitpun dari luka Kannon. Sampai sampai, Kannon mencakar bekas jahitan di lehernya sendiri, menahan sedih, sampai akhirnya menganga dan berdarah parah, tapi ia tak perduli.

Kurumi yang prihatin dengan keadaan Kannon, membicarakan hal ini pada ayah Kannon. Beliau belum bisa kembali ke Jepang, namun ia mengirimkan uang lebih, beserta dengan surat pengibahan wali sepenuhnya pada Kurumi, untuk merawat Kannon. Selepas ujian masuk SMA, Kannon pun disekolahkan di Shiroi Gakuin ini. Sengaja dipilihkan yang asrama, agar Kannon bisa melupakan kesedihannya sedikit demi sedikit di lingkungan barunya ini.


++++++++++


Last edited by Ichitohjou Kannon on Mon Sep 06, 2010 11:33 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Ichitohjou Kannon



-Number of posts : 352
-Age : 23
-Side : Negau [Dorm no. 217]
-Kelas : II-2
-Registration date : 2010-08-18
-Deskripsi Fisik : Rambut coklat tua agak panjang || Bola mata scarlet || Tubuh besar dengan massa otot yang ideal || Juga bekas luka jahitan yang menganga di leher kanannya|| Suara yang serak dan dalam, sedikit banyak seperti godzilla || Dasi yang selalu diselempangkan

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: Ga keberatan. Asal ga harus diberi makan

PostSubject: Re: Ichitohjou Kannon   Mon Sep 06, 2010 11:30 am

+Rokok+

Rokok adalah salah satu benda yang tak lepas dari Kannon. Hampir di setiap kali kau bertemu dengannya, bisa dipastikan kau melihat Kannon sedang menghisap barang bernikotin ini. Bukannya tanpa alasan ia racuni bibirnya dengan rokok. Ia merokok, membuat bibirnya pahit, untuk menahan dirinya agar tak berbuat di luar batas lagi. Semua hal seperti demikian, selalu ia mulai dengan ciuman bibir, dan berlangsung dengan persetubuhan. Dulu, saat ia di Prancis, maupun saat ia bersama Sayaka. Kepergian Sayaka, memaksa dirinya untuk tak melakukan hal hal seperti itu lagi.

Rokok yang biasa ia hisap, adalah Lucky Strike



+Bike+

Motor hitam, sudah menjadi kawannya sehari hari dalam bepergian. Bisa dibilang motor ini yang selalu ia bawa kalau ia kemana mana. Ia membeli motor ini tahun lalu, dengan uang yang dikirimkan ayahnya --yang seharusnya ia pakai untuk mencari tempat tinggal, akhirnya ia malah tinggal di mansion sederhana gara gara membeli motor ini--

Meski demikian, kalau sedang malas membawa motornya, Kannon lebih memilih naik bus.

Yamaha Star V MAX Motor Sport

Back to top Go down
View user profile
 
Ichitohjou Kannon
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Shiroi Gakuin :: Archives :: Characters Profile-
Jump to: