Shiroi Gakuin


 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kinshicho En

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Kinshicho En



-Number of posts : 34
-Age : 23
-Side : Negau -kamar no.216-
-Kelas : II-2
-Registration date : 2010-08-13
-Deskripsi Fisik : Rambut coklat tua kemerahan, bola mata emas gelap.

Character sheet
Chip:
Status:
Pet/Master's name:

PostSubject: Kinshicho En   Fri Aug 13, 2010 11:19 am

Nama: Kinshicho En
Nickname: En
Birthday: Osaka, 7 Juni 1994
Age: 16
Class: II
Side: Negau
Clubs: Photography
Hair: Coklat tua rada merah
Eyes: Emas gelap
H/W: 174/52
Likes: Naik Sepeda keliling keliling Tokyo sampe capek, susu kotak rasa pisang
Dislikes: Ga ada kayaknya..=w= oh ada. bapaknya, & sho
Hobby: Naek sepeda, minumin susu kotak rasa pisang

Author's note:

Seorang anak laki laki yang biasa saja, sopan, dan gampang tertawa. Hobinya naik sepeda, dan kemana kemana selalu bersama dengan sepeda hijau kesayangannya itu. Meskipun zaman sudah maju dan lebih banyak remaja seumurannya yang naik motor bahkan mobil, En masih jauh lebih menyukai naik sepeda. Alasannya? Selain memperbesar otot tubuh dan menjadi sehat secara gratis, En juga suka berlama lama di jalan, menikmati pemandangan sekitar, sembari menggoda cewek cewek cantik yang kebetulan ada di jarak pandangnya. Kalau naik motor, takkan ada sensasi 'lama lama' nya itu.

Selain sepeda, barang lain yang identik dengannya ialah susu kotak rasa pisang. Kalau tiba tiba ia kesal atau apa, kesalnya akan langsung hilang setelah meminum susu ini. Dan juga, dulu sewaktu SMP, banyak teman temannya yang menyogoknya dengan susu ini agar En mau membantu mereka, atau mengantarkan mereka pulang. Bisa dibilang, benda ini adalah titik lemahnya.

Hal yang paling dibenci En, adalah :
1. Ayahnya
2. Sho. Adik tirinya.

Meskipun bukan benci dalam artian sesungguhnya, ia tetap saja menaruh kesal pada mereka berdua. terutama pada Sho. Ia tak suka pada Sho yang tak berekspresi itu. Ia dan bahkan Kin, tak mengerti arah pikiran Sho. Beberapa kali, En pernah melihat Sho membuat beberapa perempuan di SMP nya menangis. Tapi di hari yang sama juga, En melihat Sho rela mengotori bajunya hanya untuk menyelamatkan anak anjing yang tersangkut di pipa pembuangan. Karena tak bisa ditebak itulah, En tak jarang marah marah. Juga kadang anak itu teramat cueknya. Pernah satu waktu, saat En sedang mengepel lantai, ia menyuruh agar Sho yang saat itu sedang membaca buku, minggir sedikit. Tapi yang Sho lakukan, hanya mengangkat sebelah kakinya, lalu sebelah kakinya lagi, saat kain pel mengepel lantai di bawahnya, tanpa beranjak dari lantai.

Sekarang mengerti mengapa En naik darah kalau sudah berurusan dengan Sho?


Background:

Sewaktu masih kecil, En tak begitu menikmati masa kecilnya, seperti anak anak lainnya. Sedari amat kecil, En sudah tak diurus ibunya. Hampir setiap hari, En yang masih berumur satu tahun itu ditinggal di dalam rumah, dikunci dari luar, dan ibunya pergi ke luar. Bermain dengan laki laki lain. En dirawat oleh tetangganya yang iba karena ibunya yang tak pernah mengurusnya. ASI pun En dapat dari air susu tetangganya yang merawatnya. Ibunya juga keras padanya. Ia paling tak suka jika mendengar En kecil menangis. Karena saat menangis, maka pukulan akan melayang ke tubuh kecil En, sebelum akhirnya tetangganya yang mendengar, melerai mereka, dan membawa En ke rumahnya, untuk didiamkan. Ayah En tak segera mengetahui ini, karena ia yang juga sering tak ada di rumah sampai berbulan bulan. Pekerjaannya sebagai salah satu nelayan sukses di Jepang memaksanya untuk berlayar, dan juga mengawasi pertambakan secara langsung, hingga tidak memungkinkannya untuk jarang pulang. Namun pada akhirnya, ayahnya mengetahui juga tentang sikap ibu kandung En itu kepada anaknya, dari tetangga yang sudah amat kasihan dan tak tahan dengan sikap sang ibu.

Setelah mengetahui itu, ayahnya pun segera mempertanyakan hal itu pada ibu, dan yang tak disangka, sama sekali tak dibantah oleh perempuan berambut ikal tersebut. Ayahnya pun memberikan opsi, mana yang akan dipilih, anak, atau harta. Dan dengan tanpa ragu, ibu En memilih untuk mengambil harta. Saat itu, En baru berumur dua tahun, dan sedang menderita sakit cacar. Tapi bahkan tanpa melihat En yang sedang sakit dan berada di rumah tetangganya itu, si Ibu pergi begitu saja. Dengan membawa semua uang, dan semua barang yang ada di rumah mereka, bahkan kasur. En dan dan ayahnya hanya ditinggali satu buah tikar, dua buah sendok, dua buah piring plastik, dan dua buah gelas.

Bertahun tahun berlalu, dan kehidupan En dan ayahnya sudah lebih baik, dari segi materi, maupun mental. Ayahnya memutuskan untuk menyewa tenaga lebih agar bisa mengawasi tambak dan hasil perikanannya, agar ayahnya bisa menemani dan mengurus En. Meski memang sulit untuk tertutup, tapi luka hati En berangsur bisa pulih, dan ia hidup bahagia, berdua dengan ayahnya.

Tapi itu tak lama.

Hari itu, ayahnya tiba tiba mengatakan pada En, kalau En akan memiliki ibu baru. En SD yang memang menginginkan dan membutuhkan sosok seorang ibu, mengiyakan, dan nampak bahagia dengan itu. Ayahnya pun mengajak En bertemu dengan calon ibu tirinya. Dan ternyata, calon ibu tirinya sudah memiliki anak laki laki, bernama Sho yang seumuran dengan En, dan hanya berbeda beberapa bulan. Ibu tirinya dan juga Sho pun kemudian pindah ke rumah En. Lalu, tak lama berselang, ayahnya membawa seorang anak laki laki, lebih muda dari En dan Sho, bernama Kin. Dari situ, barulah En tahu kalau ternyata Kin dan bahkan juga Sho, adalah adik adiknya!!

Ayahnya menjelaskan padanya, bahwa selagi ia sibuk di pertambakan dan tanpa ditemani ibunya, ayahnya pun melampiaskan nafsunya pada beberapa wanita yang tinggal di daerah sekitar situ, maupun yang ayahnya temui saat dalam perjalanan membeli barang barang. Hal ini sempat ketahuan oleh ibu En, dan mereka sempat ribut. Tapi ibu En tak bicara macam macam lagi. Dua dari beberapa wanita itu pun hamil, dan menghasilkan Sho dan Kin. Meskipun tak dinikahi, tapi ayahnya tetap menafkahi mereka. Hingga setelah bercerai dengan ibu En, dan ibu Kin meninggal, ayahnya memutuskan untuk menikahi ibu Sho, sambil merawat ketiga anaknya bersama sama.

Di pikiran En, adalah "ternyata DIA biang keladi kesengsaraanku selama ini??"

Dan sekarang, En tinggal bersama dengan kedua saudara tirinya, dan juga ibu tirinya yang lembut dan baik itu, juga dengan ayahnya yang playboy dan penyebar benih di mana mana itu. En tentu sebal sekali dengan ayahnya karena hal ini, tapi ia juga tetap saja, kagum pada ayahnya yang mau bertanggung jawab -meskipun setelah lamaaaa sekali- pada korban korban kecerobohannya. Parahnya, baru saja kemarin, ayahnya menelepon En yang baru sampai di sekolah barunya ini, dan bilang, "Sepertinya ada kecelakaan lagi, En kun! Mungkin kali ini adik perempuan.."

Segera saja dilempar hpnya itu ke luar bus.



(sang bapak. KINSHICHO RYUU)
Back to top Go down
View user profile
 
Kinshicho En
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Shiroi Gakuin :: Archives :: Characters Profile-
Jump to: