Shiroi Gakuin


 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 kitty boys [p]

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Manabu Shuichi



-Number of posts : 128
-Age : 23
-Side : Negau
-Kelas : III-1
-Registration date : 2010-01-29

PostSubject: kitty boys [p]   Sat Aug 07, 2010 3:41 am

Timeline: Seminggu setelah membuat kemah di Way of Heaven dalam rangka Demo Mirai


Masih di Way of Heaven. Tapi sejauh mungkin Shuichi menjauhi perkemahan. Bukan karena apa-apa. Ia tidak mau satu tempat dengan lelaki bernama Mafuyu Ryuuichi itu. Dengan sedikit akal bulusnya, Shuichi berhasil kabur dari tendanya dan pergi ke sudut lain dari Way of Heaven. Mencari waktunya sendiri.

Tidak ada Ryuuichi, tidak ada Tatsuni. Hanya dia.

Shuichi menyisir rambutnya ke belakang dan menahannya dengan kedua tangannya yang meraup kepalanya, mengelilingnya. Dan menyisakan beberapa poni yang mencuat dari sela-sela jarinya. Menatap jauh ke kumpulan para manusia tidak penting yang membentuk tenda demi memprotes dan memperjuangkan sebuah side baru, Mirai. Lalu bukannya Shuichi termasuk? Ya, memang, hanya karena alasan bodohnya. Ingin menunjukkan dirinya pada peliharaan kesayangannya yang mulai nakal dan menggigitnya. Kabur seperti anjing yang sudah mengkhianati tuannya.

Tapi sepertinya Shuichi tidak akan begitu lama di dalam kelompok ini. Karena ini sepertinya hanya membuang-buang waktunya saja. Menghela nafas lelah dan mencari pepohonan yang bisa menjadi tempatnya berbaring. Ia kurang tidur selama seminggu ini karena sama sekali tidak mau tertidur nyenyak saat ada Ryuuichi di sampingnya. Terlalu jaim.

Saat ini ia hanya memakai kemejanya saja. Sedangkan jas dan dasinya masih berada di dalam tenda. Kemejanya pun sengaja di lepaskan kancing-kancingnya, menunjukkan kaus tanpa lengan yang melapisi kemeja itu. Tubuh atletis Shuichi nampak tergambar jelas dari balik kaus itu. Jalanan sudah membentuknya menjadi pribadi yang tidak mau diremehkan. Stamina harus selalu dijaga, karena pekerjaannya membutuhkan itu. Sex adalah olahraga dan itu sedikitnya dibuktikan oleh Shuichi selaku pelakunya.

Menguap lebar hingga menggemakan suara luapan yang cukup besar. Lalu memejamkan matanya perlahan dan menjadikan kedua lengannya untuk dijadikan sebagai bantal. Menenangkan dirinya sejenak. Tanpa si cerewet Tatsuni.
Back to top Go down
View user profile
Natsume Yue Li



-Number of posts : 104
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : 1-2
-Registration date : 2010-03-05
-Deskripsi Fisik : rambut hitam, irish hitam keabuan, kulit putih pucat, badan kecil

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: kitty boys [p]   Mon Aug 16, 2010 3:03 am

Tak ada kegiatan yang dilakukan setelah menulis surat untuk sang sahabat di Cina, mengabarkan hari-hari yang dijalaninya selama seminggu di sekolah baru. Menceritakan pertemuan kembali yang tak terduga dengan sosok 'dia' ketika sarapan di pagi hari pertama, teman-teman sekelasnya, teman-teman sekamar, semua hal yang baru dialaminya. Bisa membayangkan sosok sang sahabat yang akan membaca suratnya sambil tersenyum geli atas apa saja yang telah ditulisnya, membuat Yue ikut tersenyum.

Merentangkan tangan untuk melonggarkan punggung yang terasa kaku. Melipat rapi kertas bertuliskan kanji Cina, tulisan tangannya, dengan rapi di dalam note sebelum beranjak dari kursi. memutuskan untuk jalan-jalan sebentar meluruskan punggungnya. Mengambil sweater putih yang dilapiskan di atas kaos hitam sebelum melangkah keluar.

Langkah kakinya membawa pemuda kecil ini kembali ke tempat yang dilihatnya seminggu lalu sedang didirikan tenda-tenda dalam rangka demo permohonan pembentukan side baru oleh salah satu anggota keluarga Tachibana. Satu dari dua keluarga yang menjalankan sekolah ini, menurut sejarahnya. sedikitnya mengerti alasan yang dikemukakan sang Tachibana atas keinginannya. Sungguh orang yang pemberani, pikir Yue. Mendobrak sekat pembatas yang berakar dari budaya keluarga secara turun-temurun. hal yang tidak bisa dilakukannya begitu saja. Dan seorang Tachibana Michiru itu mampu. Hebat.

Langkahnya terhenti agak jauh dari tenda-tenda, karena memang ada tanda larangan masuk di sana. Dan seorang Yue Li memang punya sense untuk tidak melanggar aturan yang jelas-jelas tertulis. Berbelok menuju pepohonan sambil masih melongok-longok ke arah kumpulan tenda dan manusia-manusia yang berada di sekitarnya. Tak menutupi rasa penasaran akan apa saja yang sedang mereka lakukan.

BUK!!

Eh? Apa?

Mendapati tubuhnya terhuyung ke depan karena kakinya tersangkut sesuatu yang keras. Akar pohon kah?

Spoiler:
 

Random number (1,2) :
2
Back to top Go down
View user profile
Mizutamari Koita
Ketua Handicraft Club


-Number of posts : 487
-Age : 24
-Side : Yume
-Registration date : 2009-02-06

Character sheet
Chip:
Status: Master
Pet/Master's name: Suzuki Aoi

PostSubject: Re: kitty boys [p]   Sun Oct 10, 2010 11:03 am

Sosok jangkung dengan rambut cokelat itu berjalan sambil menenteng dua tas besar di tangannya. Isi tas besarnya adalah nikuman, cookies dan tempura dan sayuran yang bisa disimpan berhari-hari. Ia takut anak-anak yang tinggal di tenda pemberontakan itu kelaparan, karena pastinya mereka tidak masuk ke kantin untuk makan malam. Di sana ada beberapa teman-teman sekelasnya, beberapa ia kenal, jadi ia tidak mau mereka menderita kelaparan atau makan makanan instan terus menerus.

Ada tanda dilarang masuk ke wilayah tenda, tapi mungkin ia bisa menitipkan ke seorang anak yang berada di tenda paling luar. Meski sesungguhnya, ia menduga-duga apakah makanannya bakal diterima. Makanan dari dia yang memutuskan untuk tetap tinggal di side Yume dibandingkan mendukung side yang isinya campuran itu.

Bukannya Koita tidak setuju dengan pendirian side baru sih. Memang bagus juga kalau ada side di mana semuanya bisa bercampur... Tapi Koita yang mengalami sedikit trauma dan ketakutan pada cowok-cowok tipe 'atletik' dan 'olahragawan' yang sering mengejeknya bencong dan sebagainya karena hobinya dan kerjaan rumah tangga yang ia lakukan semasa ia SD dan SMP, menurutnya Yume adalah surga. Memang ada beberapa yang juga suka olahraga, namun karena darah mereka lebih ke arah seni, mereka semua biasanya lebih lembut dan beberapa, meski nyeleneh, biasanya berpandangan lebih luas dan sama sekali tidak menganggap masak itu khusus buat cewek. Memang sih, ia juga menemukan orang-orang yang suka olahraga tapi baik di Negau. Tapi tetap saja, rasanya menyeramkan.

Namun saat ia sampai, tenda agak sepi. Tidak tampak orang di sana sedikit pun, kecuali... aah, anak-anak Negau. Sudah dari Negau, memberontak... Koita tidak berani menitipkan pada mereka. Akhirnya ia berjalan menyusuri sekitar tenda, dan menemukan seorang anak bertubuh mungil... berada di posisi tengkurap yang agak aneh?

"E-Ehto... apa kau baik-baik saja?" Koita melongokkan kepalanya. Ia jatuh menimpa seorang pemuda... Koita sedikit merinding melihatnya: berambut merah, bertubuh atletis, wajahnya terang-terangan bukan tipe ramah.

Oke, ia akan menitip pada si anak mungil ini saja, dan ia bisa segera pergi!

"Ehto...bisa berdiri?" Sebelum minta bantuan, tentu saja harus membantu anak ini berdiri dulu. Koita meletakkan kedua tas itu di atas tanah, dan mengulurkan tangannya cemas.
Back to top Go down
View user profile http://atashi7.multiply.com, iteyoshii.livejournal.com
Manabu Shuichi



-Number of posts : 128
-Age : 23
-Side : Negau
-Kelas : III-1
-Registration date : 2010-01-29

PostSubject: Re: kitty boys [p]   Wed Oct 13, 2010 11:47 pm

BRUK!

“I—t**….!!!! Nani suruyo, bakayaro!*)” Teriak Shuichi marah karena belum ada lime menit ia menutup matanya dan menenangkan dirinya, ia malah harus menghadapi hal ini. Wajah mengkerut karena mood yang sejak beberapa hari ini turun membuatnya jadi sering meledak-ledak.

Apalagi dia tidak lagi bekerja, jadi buat apa jaga image dan menahan diri jika ia sebenarnya marah. Dilihatnya sosok itu masih melingkup meniban kakinya. Kecil putih, mengingatkannya pada si anjing yang telah mengkhianatinya itu, hanya saja. Ia hitam sedangkan ‘dia’ perak.

“Hei pendek! Apa kau masih mau tiduran di bawah kakiku atau bangun sebelum kutendang!” sepertinya Ryuuichi benar-benar telah membuat Shuichi tidak bisa lagi menahan amarahnya, lihat saja sekarang, ia benar-benar tidak menahan amarahnya bahkan untuk si kecil manis itu. Biasanya kan, Shuichi pasti bermulut manis dan jika beruntung, dia bisa mendapat mainan baru untuk menghilangkan rasa bosannya.

"E-Ehto... apa kau baik-baik saja?"

“Apa kau tidak lihat aku tidak baik-baik saja?!” Tanya Shuichi dengan tatapan tajam dan intonasi yang sedikit menusuk.

Lalu, pemuda yang baru datang itu kini beralih menanyakan keadaan si kecil yang menimpa Shuichi. Shuichi muak, kapan ia bisa dibiarkan sendirian dan beristirahat dengan benar. Apa tempat ini masih terlalu sempit hingga ia masih bisa saja di temui dan diganggu orang lain.
Back to top Go down
View user profile
Natsume Yue Li



-Number of posts : 104
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : 1-2
-Registration date : 2010-03-05
-Deskripsi Fisik : rambut hitam, irish hitam keabuan, kulit putih pucat, badan kecil

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: kitty boys [p]   Sat Oct 16, 2010 3:54 pm

Sakit. Dahi dan hidungnya membentur tanah dalam posisi tengkurap. Dan yang paling sakit adalah kedua tulang kering kakinya yang tampaknya berbenturan dengan sesuatu yang keras. rintihan lirihnya teredam oleh suara rintihan lain yang berlanjut dengan makian.

Heh?

Di antara rasa sakit yang menyengat kedua kakinya, Yue memutar sepatuh badan atasnya untuk melihat asal suara. Glekh! Sepasang golden yang menatapnya tajam sudah cukup untuk membuatnya terdiam, belum lagi rambut bercat terang dan tindikan di telinga pemuda itu. Detik itu juga pemahaman menancap di benak Yue: Ia sedang berada dalam masalah sekarang.

Berusaha mengangkat tubuhnya dengan menopang pada kedua lengan. Lebih cepat berdiri dan minta maaf lebih baik. Sang pemuda bertindik tampak marah dan ia tahu ia memang salah tidak memperhatikan jalan. Namun rasa sakit menyengat persendian antara tulang kering dan tulang telapak kakinya ketika ia menjejakkan kakinya untuk bangkit.

Gawat, ia keseleo.

Menelan ludah ketika mendapati nada tinggi kedua dari pemuda yang ditimpanya. Kata-kata yang menusuk bagi seorang Yue. Sedikit banyak ia bersyukur tengah berada dalam kondisi tak bisa menggerakkan kakinya. Kalau tidak, ia sudah berdiri dan membanting pemuda bermulut kasar itu detik ini juga. Dalam diri merasa geram pada lontaran kata yang menyebutnya 'pendek'. Bagimana pun, Yue lelaki. Dan tak ada anak lelaki di dunia ini yang diam saja jika diremehkan, bukan?

Mendengar suara lain yang ramah. Yue menoleh pada asal suara. Seorang pemuda bersurai coklat menjinjing kantong do kedua sisi tubuhnya tengah menatapnya dengan cemas. Yue tersenyum kecil dan mengangguk. Keramahan pantas dibalas dengan keramahan. Dan amarah di hatinya mereda. Terima kasih pada pemuda ramah yang baru datang ini.

Sebuah uluran tangan kemudian. Yue menatap bergantian tangan itu, lalu wajah ramah pemiliknya, dan kembali pada tangan itu lagi. Mengabaikan protes kasar sang pemuda bertindik, perlahan Yue meraih tangan itu.

"Terima kasih. Maaf, sepertinya kaki kiriku keseleo. Mohon bantuannya," Yue mengangguk dalam lalu perlahan menumpukan berat tubuhnya pada tangan sang surai coklat. Berusaha membaginya dengan pijakan kaki kanan setelah setengah bangkit dan segera melepas tangan itu.

"Terima kasih", senyumnya setengah meringis karena kaki kirinya dipaksa bergerak tiba-tiba.
Back to top Go down
View user profile
Mizutamari Koita
Ketua Handicraft Club


-Number of posts : 487
-Age : 24
-Side : Yume
-Registration date : 2009-02-06

Character sheet
Chip:
Status: Master
Pet/Master's name: Suzuki Aoi

PostSubject: Re: kitty boys [p]   Sat Oct 16, 2010 11:33 pm

“Apa kau tidak lihat aku tidak baik-baik saja?!”

Dan Koita langsung gemetar. Ternyata pemuda berambut merah itu memang menyeramkan! Ia menelan ludah dan menjawab gugup, "E-Eh... maaf... mengganggu tidurmu! G-gomen ne..."

Maunya sih Koita segera menjauh, tapi tanpa ia sangka, si pemuda mungil itu menyambut uluran tangannya. Jadi Koita tetap tinggal, meski bergerak menjauh pastinya dari si pemuda pemarah.

"Terima kasih. Maaf, sepertinya kaki kiriku keseleo. Mohon bantuannya,"
"K-Keseleo??" Koita segera disengat rasa kuatir. Sifat keibuannya memang memaksanya untuk cemas pada siapa saja. Ia merasakan pemuda mungil itu melepaskan tangannya, dan dengan cepat, seperti dugaan Koita, ia meringis karena kakinya yang keseleo dipaksa bergerak.

"Anoh, daijoubu? Kurasa kau tidak mungkin berjalan sendiri... Biar kubantu kau berjalan!" Koita berkata dengan cemas. Tanpa menunggu jawaban anak itu, Koita dengan cepat meraih tubuh anak itu dan menggendongnya di depan dada, ala pangeran yang menggendong putri. Terima kasih pada Tuhan dia punya tubuh yang besar. Meski tidak cukup kuat, ia bisa kalau cuma menggendong pemuda semungil itu...

Meski pemuda ini tak seringan dugaannya.

Dan Koita terhuyung, "A-Ahaha. Ehmm." Koita berdehem kaku, sedikit berkeringat. Pasti anak itu berlatih olahraga. Seperti Risu, badannya mungil tapi berat karena otot.

"M-mungkin aku bisa memeriksa kakimu..." Koita tidak bakal sanggup kalau harus membawa anak itu sampai ke gedung asrama. Jadi, mengambil tempat yang agak jauh dari si pemuda berambut merah, ia mendudukan di pemuda mungil di tanah.

"Biar kulihat! Aku sering memijit adik-adikku. Mereka juga sering main kejar-kejaran dan keseleo," Koita berkata ramah, menyunggingkan cengiran pada si mungil.


Back to top Go down
View user profile http://atashi7.multiply.com, iteyoshii.livejournal.com
Manabu Shuichi



-Number of posts : 128
-Age : 23
-Side : Negau
-Kelas : III-1
-Registration date : 2010-01-29

PostSubject: Re: kitty boys [p]   Tue Nov 09, 2010 1:55 am

Dilihatnya dua pengganggu itu tengah asyik bermain drama-dramaan. Apa-apaan tuh, laki-laki tapi menggendong lelaki bertubuh mungil begitu saja tidak bisa. Tapi memang sih, nampaknya lelaki dengan surai coklatnya itu nampak lebih ‘wanita’ dibandingkan lelaki-lelaki pada umumnya. Bagaimana tidak? Ia kelewat khawatir pada seseorang. Mending jika orang itu adalah seseorang yang dikenalnya. Shuichi berani bertaruh mereka berdua juga baru hari ini bertemu.

Menghela nafas. Ia berusaha untuk memijat batang hidungnya. Ia luar biasa lelah. Tidak ada hari tanpa Tatsuni mengerjainya. Membeli ini, membeli itu, melakukan ini, melakukan itu. Ditambah ia muak setiap harus berada di radius 100 M bersama dengan Ryuuichi, dan si kecil Kaoru yang kerjanya kabur-kaburan. Apa-apaan dengan mereka-mereka itu?! Benar-benar ingin membuatku marah saja kerjanya…

Melirik lelaki itu yang berusaha memijat kaki lelaki rambut hitam itu. Keseleo ya?

Shuichi tersenyum meringis. Setiap luka yang didapatinya, sama sekali tidak pernah ada yang sembuh karena dirawat oleh orang lain. Ia terbiasa menahan rasa sakit itu hingga rasa sakit itu hilang sendiri. Semakin ia mengeluh akan rasa sakit yang dirasakannya, maka semakin banyak rasa sakit lain yang bermunculan untuk menyiksanya.

Terkadang Shuichi rasanya ingin sekali menjadi wanita yang bisa menangis tanpa malu saat dirinya tengah bersedih, ketakutan, dan apapun bentuk perasaan sensitive lainnya. Tapi tidak, Shuichi adalah laki-laki dan pantang baginya untuk menangis.

Hari itu—hari dimana Ryuuichi meninggalkannya di belakang, sendirian, dan menderita di penjara penuh penyiksaan itu. Hari itu pula hari terakhir seorang Manabu Shuichi menangis, ia kuatkan hatinya untuk satu tujuan; mempertahankan hidupnya apapun yang terjadi. Walau ia harus menjadi anjing sex sekalipun yang tubuhnya bisa dibeli dan diperjualkan oleh siapapun yang menginginkannya. Ada uang, maka Ia bisa terus hidup. Demi hidup yang kata orang adalah sama saja dengan mati. Shuichi tetap mempertahankannya. Demi harga diri tinggi yang terus dipertahankannya. Ia akan membuktikan pada ibu yang telah menelantarkannya dan membuatnya masuk ke jurang ini bahwa dirinya akan terus hidup.

Bangun dan menghampiri keduanya. Tanpa banyak berkata Shuichi mengangkat si mungil itu. Memang sedikit berat. Berarti anak ini mahir dalam salah satu cabang ilmu beladiri. Jika dilihat dari berat yang dirasa, tidak jauh-jauh dari karate atau judo. Tertawa kecil, ia ingat Kaoru. Si beruang kecil itu walau sudah belajar karate tapi tubuhnya sama sekali tidak pernah berubah. Masih ringan dan lentur seperti tidak pernah mengenal olahraga.

Ups, lupa. Ia kenal satu cabang olahraga yang paling disenangi di dunia ini; BERCINTA.

“…ups…hahahaha…” Hanya memikirkan si kecil itu saja Shuichi bisa tertawa seperti ini. Jadi bagaimana mungkin ia bisa melepaskan sosok itu dari hidupnya. “Ehem…” Shuichi kembali menjadi sosok yang lebih terjaga ketenangannya. “Akan kuantar kau ke UKS.” Jawabnya tenang walau sebenarnya masih ingin tertawa memikirkan beruang kecilnya yang imut.
Back to top Go down
View user profile
Natsume Yue Li



-Number of posts : 104
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : 1-2
-Registration date : 2010-03-05
-Deskripsi Fisik : rambut hitam, irish hitam keabuan, kulit putih pucat, badan kecil

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: kitty boys [p]   Fri Nov 19, 2010 1:07 pm

Ia begitu ceroboh hingga tersandung kaki seorang pemuda pemarah dan lebih buruk lagi kini ia harus susah payah berjalan kembali ke asrama. Kalau kejadian ini diceritakannya pada sang sahabat di seberang lautan sana, sudah terbayang pasti sang sahabta akan meneleponnya hanya untuk menertawakan. tersenyum sendiri, ia sama sekali tak keberatan kalau bisa mendengar tawa riang pemuda yang sudah seperti adiknya sendiri itu. Sahabat yang selalu bisa membuatnya bertahan di bawah segala tekanan dan omongan buruk keluarga besarnya. Tak sabar untuk kembali ke kamar dab menulis pengalamannya hari ini,demi mendengar tawa riang itu lagi.

"Anoh, daijoubu? Kurasa kau tidak mungkin berjalan sendiri... Biar kubantu kau berjalan!"

Eh?

Terkejut dari pikirannya yang melayang ke tempat lain ketika pemuda yang bersurai coklat mendekatinya. Apa katanya tadi? Ia masih setengah melamun dan tak mendengar. "Ano..maaf, tadi anata-san bilang--" dan ia hanya bingung ketika pemuda itu membungkuk dan tiba-tiba ia sudah diangkat."--apa?"

Apa-apaan ini?

Panik. "A-apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!" menggerakkan tangan dan kakinya yang normal untuk meronta hingga sang pemuda yang mengangkatnya terhuyung tapi sang pemuda malah tertawa lalu berdehem. Menawarkan untuk memeriksa kakinya. Begitu. Jadi ia berniat membantu? Tapi kenapa harus mengangkatnya segala?

"Terima kasih. Tapi ini memalukan, bisa turunkan aku?" ragu, dan rona merah menjalar di pipinya. Malu. Malu Maluuu! Salahnya juga ia melamun tadi. Tapi, diangkat layaknya perempuan begini, sama sekali tak pernah dibayangkannya. Bukankah kalau sesama lelaki, biasanya memapah di pundak? Orang ini tidak salah megira dirinya perempuan kan? Oh, semoga tidak.

Yue terus bergelut dengan dirinya sendiri sementara 'sang penolong' yang membantunya dengan cara tidak wajar itu membawa dan menurunkannya di bawah pohon terdekat.

"Uhm..Arigatou," lirih. Ia mendengar kata adik dan lagi-lagi pikirannya melayang pada pemuda yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri. Membayangkan tawanya akan makin keras kalau tahu apa yang baru saja dialami 'kakak angkat'nya di sini.

Hal yang hanay teralihkan oleh sakit yang menyengat ketika tiba-tiba sepatunya dilepas dan bagian kulitnya yang terlihat membiru dipijit ringan. "......"Yue menggigit bibir bawah kuat-kuat. Tak ingin mengeluh, tak boleh. Bagaimanapun dibalik tubuh kecil dan raut wajah yang tak menunjukkan otot tegas, ia tetaplah anak lelaki.

Ingin diteriakkannya keras-keras pada sosok yang tak disadari kapan mendekat, tiba-tiba sudah berada di antara kedua tangan pemuda bertindik itu. "...." membuka mulut untuk meluapkan kekesalannya namun tak ada yang keluar. Sepertinya kemarahannya tersangkut di bawah lidah, saking marahnya.

Oh, Dewa!

Yue menutup wajahnya dengan kedua tangan. Bagaimana ini semua bisa terjadi?

"Tolong-turunkan-aku!" akhirnya terucap. Penuh ancaman. Dan ia serius. Karena detik berikutnya kedua tangan mencengkeram kerah sang pemuda dan abu kehitaman berkilat tajam. Siap melakukan apa saja untuk lepas dari keadaan sekarang. Hal pertama yang akan dilakukannya, membenturkan kepala dengan kepala.

Bagaimanapun, dirinya akan lebih rela merangkak sejengkal demi sejengkal untuk kembali ke kamar daripada menjadi bahan lelucon di sini.
Back to top Go down
View user profile
Mizutamari Koita
Ketua Handicraft Club


-Number of posts : 487
-Age : 24
-Side : Yume
-Registration date : 2009-02-06

Character sheet
Chip:
Status: Master
Pet/Master's name: Suzuki Aoi

PostSubject: Re: kitty boys [p]   Sat Nov 20, 2010 12:01 pm

Koita cuma bisa cengok saat si pemuda berambut merah, seolah-olah benar-benar mengabaikan kehadirannya yang sedang berusaha memijit kaki Yue itu, datang dan mengangkat Yue... dengan jauh lebih mudah darinya, yang pasti, dan berkata akan membawa si mungil itu ke UKS.

Masih cengok, ia hanya bisa menatap adegan di mana Yue berkata tegas bahwa ia minta si pemuda berambut merah menurunkannya.

Ia bisa pergi sih, lari sekarang juga, namun ia masih tetap merasa bertanggung jawab kepada si kecil ini, karena ia terluka di hadapan Koita. Jadi Koita harus membantunya!

"Ehto... Kakak... rambut merah..." Ia berkata, meski takut setengah mati. Ia menelan ludah, menahan kegetiran dalam suaranya, "A-Adik itu... tidak mau digendong. Tidak perlu dibawa ke UKS kok, itu hanya terkilir sedikit. Dipijat sedikit akan sembuh. A-Aku tahu... caranya, jadi... erm..." Koita menjadi semakin takut semakin kalimatnya mendekati akhir. Rasa parnonya membuatnya melihat seolah-olah si rambut merah mengangkat alisnya semakin tinggi dan menyipitkan matanya...

"M-Maksudku!!! EH...!!! T-tentu saja dibawa ke UKS bukan ide buruk, tapi... e-ehto... k-kita harus tanya dulu kan pada yang sakit, dia lebih suka dipijat oleh... er... maksudku, dibawa ke UKS kah, atau dibawa ke kamar kah, atau... semacamnya..." Koita tersenyum gugup, mulai merasa seperti Ameko Wataru, salah satu anggota klub handicraft yang selalu bergetar itu.
Back to top Go down
View user profile http://atashi7.multiply.com, iteyoshii.livejournal.com
Manabu Shuichi



-Number of posts : 128
-Age : 23
-Side : Negau
-Kelas : III-1
-Registration date : 2010-01-29

PostSubject: Re: kitty boys [p]   Thu Jan 20, 2011 4:06 am

Dua orang ini sungguh menyusahkan. Kenapa harus berpikir begitu rumit jika sesuatu bisa dilakukannya dengan sangat mudah. Digendong sampai ke UKS, membiarkan alih yang memeriksanya, selanjutnya ucapkan selamat tinggal dan semoga TUHAN mendengar, maka tidak akan ada pertemuan lain lagi yang akan mempertemukan mereka.

Di tatap begitu garang seperti itu bukannya membuat nyali Shuichi ciut malah semakin membuatnya bergairah untuk mengganggu dan membuat wajah garang itu berubah menjadi sesuatu yang lebih lembut dan menyenangkan. Oh, hanya Tuhan yang tahu apa yang dipikirkan pemuda itu di dalam otaknya. Diliriknya kedua tangan pemuda itu yang sudah mencengkeram kerah bajunya.

“Aku tidak tahu kalau kau begitu ingin mencekik orang yang sudah berniat baik membawamu ke UKS.” Shuichi hanya menatap kedua manik gelap itu dengan intensitas yang begitu erat. Tersenyum dengan tarikan ujung mulut yang nampak menjelaskan betapa arogannya dirinya. Shuichi melirik ke arah pemuda satu lagi yang dengan gagap mencoba menengahi dirinya dan si bocah tidak tahu terima kasih itu.

“Aku hanya mau mempercepat prosesnya. Lebih cepat dia ditangani bukannya akan jauh lebih baik. Benar kan?” Ia menekankan pada kalimat terakhirnya dan berusaha memaksa pemuda itu untuk mengatakan persetujuannya tentu saja dengan segala penekanan-penekanan itu.
Back to top Go down
View user profile
Natsume Yue Li



-Number of posts : 104
-Age : 20
-Side : Negau
-Kelas : 1-2
-Registration date : 2010-03-05
-Deskripsi Fisik : rambut hitam, irish hitam keabuan, kulit putih pucat, badan kecil

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name: -

PostSubject: Re: kitty boys [p]   Thu Feb 03, 2011 12:37 pm

Saling menatap tajam. harus disingkirkannya rasa gentar jauh-jauh meski kini sepasang tangannya yang menggenggam erat kerah pemuda berambut merah itu mulai berkeringat. Kenapa ia harus takut sekarang? Bukan waktunya untuk merasa takut, Yue.

Kau berhak untuk marah!

"Aku.." Ayo beranilah! "Aku tidak pernah memintamu! Terima kasih, tapi...aku bisa berjalan sendiri," tegas, setidaknya ia berusaha. Tersendat beberapa kali karena rasanya udara yang sedah begitu biasa dihirupnya seakan melawan untuk masuk ke paru-paru. Membuat napas tercekat sesekali. Ia--tegang.

Kata-kata yang lebih terpatah dari pemuda berambut coklat yang berusaha menolongnya tadi, memberinya sedikit tambahan keberanian. Pemuda tak dikenal itu membelanya, menyuarakan isi hatinya yang tertelan kepanikan dan kemarahan. Iya, dia harus tenang.

Perlahan melepaskan cengkeraman jemarinya yang sudah terlanjur membuat kerah sang pemuda berambut merah dan bertindik itu kusut. "Begini..terima kasih mau membantu. Tapi aku memilih untuk kembali ke kamar bersama dia," melirik pemuda yang tersenyum gugup. "jadi tolong turunkan aku," semakin lama terucap dengan nada yang semakin tenang. Menahan perasaan tak nyaman karena sampai saat ini diri masih berada dalam rengkuhan kedua tangan sang pemuda.

Akahkah sang pemuda yang sebenarnya punya niat baik yang sama ini mengerti?
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: kitty boys [p]   Today at 6:15 pm

Back to top Go down
 
kitty boys [p]
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Boys v.s. Girls
» The Brawny Boys
» Taking a Break from Boys [Closed to David Shuter]
» 111021 Girls' Generation's the 3rd Album Title Song 'The Boys' is Now Available on 'TAP SONIC'!
» Preorder and Information - Third Korean Album - The Boys

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Shiroi Gakuin :: Way of Heaven-
Jump to: