Shiroi Gakuin


 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Arista Abby

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Arista Abby



-Number of posts : 53
-Registration date : 2009-11-22

Character sheet
Chip:
Status: none
Pet/Master's name:

PostSubject: Arista Abby   Sun Nov 22, 2009 3:49 am

Nama :Arista Abby
Nick :Abb, Abby
Kelas :I
Side :Negau
Likes :Rokok
Dislikes :Homo
Orang Tua :
Ayah : -
Ibu : Haidar

Tak ada yang beres dalam hidupnya, jika itu jawaban yang ingin mereka dengar.

Pada fase saat tubuhnya ringkih dan tangisan malam hanya salah satu caranya memanggil perhatian, yang datang hanya tatapan hampa dan sebotol susu dingin. Tak pernah ada konektivitas kulit dada sang ibu pada mulut mungilnya. Dan setelah waktu menguatkan tulang tungkainya untuk merangkak, yang dilihat hanya sekubik ruangan dingin tanpa AC dan kaca-kaca berdebu, derit-derit daun pintu. Namanya dipanggil saat meja makannya mengepul, bukti hari ini sang ibu membawa uang untuk menghangatkan bubur.

Fase selanjutnya adalah saat selinting batang bernikotin lebih dulu masuk ke bibirnya dibanding seragam sekolah. Ia merokok di tahun ke 7 dan masuk sekolah di tahun ke sepuluh. Tak ada komplain mengapa ia tak menghabiskan bangku elementary schoolnya dulu sebelum beranjak ke bangku sekolah menengah atas yang sedang dijalaninya.

Tak ada bayi setua dirinya.

Sekilas hidupnya berhenti, sekilas berjalan lagi. Deviasi pada roda hidupnya bergulir terlalu cepat bagi bocah berumur 16 tahun. Belum ditambah dengan hidupnya sebagai single son, istilah yang menggelikan. Tapi background suram justru jadi nilai jual saat dignity kemanusian siapapun yang menghujatnye terenyuh. Kau tak bisa menyalahkan seorang bocah tanpa ayah yang hidup menggelandang dan membenci teologi. Ayah? produk peradaban yang tak sekalipun sempat dinikmatinya. Ibu? Sekali dua kali panggilan itu terucap, walau tak pernah ada jawaban balik.

Terkadang pikiran tentang kematiannya cukup mengundang friksi. Tapi hidup berkalang tanah seperti ini tak membuat harga dirinya membaik. Dan apa yang diharapkan Abby dari bersekolah? jalanan sudah menjadi bangku belajarnya. Preman pasar dan pungli jalanan menjadi maha guru, didikan keras, pendirian batu. Tapi segalanya berubah semenjak birokrasi aristokrat memulang seribu lebih gelandangan dan menyekolahkan mereka ke bangku belajar yang sebenarnya. Apa lagi yang kurang? Jadi jangan samakan pendidikan Abby dengan pola didik kurikuler yang terdogma absurd. Tak ada teori dalam kamusnya, tak ada formasi dalam cara berpikirnya. Tak sempat tumbuh, lebih tepatnya.

-----
adding later.
Back to top Go down
View user profile
 
Arista Abby
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Shiroi Gakuin :: Archives :: Characters Profile-
Jump to: